<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081</id><updated>2012-01-28T21:10:40.252-08:00</updated><title type='text'>kisah2_yg_menggetarkan_jiwa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-2596514852232655327</id><published>2012-01-28T20:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T21:10:40.267-08:00</updated><title type='text'>"BETAPA LEMBUT RAHMATMU, YA ALLAH"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iIwMH8YKE2M/TyTUoSOTW3I/AAAAAAAAAKQ/q-ZVFFZbweE/s1600/doa%2Bkalbu"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 279px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iIwMH8YKE2M/TyTUoSOTW3I/AAAAAAAAAKQ/q-ZVFFZbweE/s320/doa%2Bkalbu" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702916816709573490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malik bin Dinar berkata:&lt;br /&gt;Saat aku thawaf di Baitul Haram, banyaknya jamah haji dan umrah saat itu sungguh membuatku takjub! Andai saja aku tahu mana antara mereka yang ibadahnya diterima hingga aku ucapkan selamat, dan mana di antara mereka yang ibadahnya ditolak lalu aku beri ucapan bela sungkawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimalam hari aku bermimpi seakan-akan ada seseorang yang berkata:&lt;br /&gt;"Malik bin dinar berfikir tentang para jama’ah haji dan umroh, maka demi Allah, sungguh Allah telah mengampuni seluruh jama’ah tersebut baik yang kecil maupun yang besar, laki-laki dan perempuan, yang hitam atau putih, yang bangsa Arab dan yang ’ajam, kecuali hanya satu orang. Maka sesungguhnya Allah telah murka kepadanya dan Dia telah menolak hajinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akupun tertidur malam itu, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan aku khawatir jangan-jangan akulah laki-laki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimalam yang kedua aku bermimpi seperti itu pula, hanya saja dimimpi itu aku diberi tahu, bahwa bukan aku orang tersebut, tetapi seorang laki-laki dan penduduk Khurasan dan kota yang disebut Balkh. Orang itu bernama Muhammad bin Harun al-Balkhi. Allah tengah murka atasnya, dan Allah telah menolak hajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari, aku pergi ke kabilah Khurasan, lalu kutanyakan kepada mereka: "Apakah di tengah-tengah kalian terdapat Balkhiyun (orang-orang dari Balkh)?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab: “Ya ada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akupun menghampirinya seraya mengucapkan salam dan berkata: "Apakah ada di antara kalian seorang laki-laki yang disebut Muhammad bin Harun?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab:&lt;br /&gt;"Wahai Malik, engkau bertanya tentang seorang laki-laki ahli ibadah yang paling zuhud di Khurasan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun terheran-heran karena pujian mereka yang indah kepada Muhammad bin Harun, dan juga aneh atas mimpi yang telah kulihat dari tidurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berkata:&lt;br /&gt;"Tunjukkanlah aku kepadanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun menjawab: "Sesungguhnya sejak empat puluh tahun lalu dia senantiasa puasa di siang hari dan menghidupkan malamnya, ia bahkan bertempat tinggal di reruntuhan-reruntuhan. Sepertinya sekarangpun dia berada di reruntuhan-reruntuhan Makkah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berjalan-jalan di reruntuhan, tiba-tiba aku melihatnya sedang berdiri di belakang sebuah tembok, tangan kanannya terpotong dan digantungkan di lehemya, tulang selangkanya berlobang dan terikat dengan dua buah belenggu berat di kakinya, sementara dia dalam keadaan ruku’ dan sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia merasakan suara gesekan kedua kakiku,&lt;br /&gt;dia menoleh seraya berkata: “Siapakah engkau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab: “Malik bin Dinar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata:&lt;br /&gt;“Wahai Malik, apa yang membuatmu datang kepadaku? Apakah Engkau telah melihat sebuah mimpi? Ceritakanlah mimpi itu kepadaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata:&lt;br /&gt;“Aku malu menceritakannya kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata lagi; ”Jangan malu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menceritakan mimpi itu kepadanya,&lt;br /&gt;lantas diapun menangis panjang dan berkata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wahai Malik, mimpi tersebut telah diperlihatkan kepadaku sejak empat puluh tahun lalu, setiap tahun ada seorang laki-laki zuhud sepertimu yang melihatnya, bahwa aku memang termasuk ahli neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata kepadanya,&lt;br /&gt;“Dosa teramat besar apakah yang engkau lakukan kepada Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab:&lt;br /&gt;“Ya, dosaku jauh lebih besar daripada langit, bumi,dan gunung-gunung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata:&lt;br /&gt;”Ceritakanlah kepadaku agar aku bisa memperingatkan manusia yang tidak mengetahuinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata:&lt;br /&gt;“Wahai Malik, dulu aku seorang laki-laki pecandu minuman keras. Pada suatu hari aku minum minuman keras di rumah salah seorang temanku, hingga ketika aku telah mabuk dan hilang akal, akupun pulang ke rumah. Saat aku masuk rumah, ternyata ibuku tengah menyalakan tungku api yang baranya menyala nyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia melihatku sempoyongan karena mabuk, dia pun mulai memberikan nasihat kepadaku, seraya berkata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah hari terakhir dari bulan Syaban, dan malam pertama dari bulan Ramadhan. Besok di pagi hari manusia mulai berpuasa, dan kamu dalam keadaan mabuk?! Tidakkah kamu malu kepada Allah?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kuangkat kedua tanganku kemudian aku pun mencampakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku berkata; “Celaka kamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun marah karena ucapannya.&lt;br /&gt;Masih dalam keadaan mabuk aku gusur dia, lalu kulemparkan ke dalam tungku api dan istriku saat itu melihatnya. Istriku kemudian membawaku dan memasukkanku ke dalam sebuah rumah seraya menutup pintu rapat-rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru di akhir malam hilanglah mabukku, kemudian aku panggil istriku untuk membukakan pintu. Dan dia menjawab dengan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata kepada istriku;&lt;br /&gt;”Mengapa sikapmu kasar seperti ini, aku belum pernah mengetahui sikapmu seperti ini sebelumnya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku menjawab;&lt;br /&gt;”Engkau berhak untuk tidak kuhormati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata: ”Kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab: ”Engkau telah membunuh ibumu, engkau telah melemparnya kedalam tungku api, dan sungguh dia telah terbakar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saat aku mendengar hal ini,&lt;br /&gt;aku tidak kuasa lagi menahan diri untuk mendobrak pintu dan keluar menuju tungku api. Ternyata ibuku sudah gosong didalamnya seperti roti yang terpanggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka segera kuletakkan tangan kananku di kusen pintu kemudian kuhentakkan daun pintu dengan tangan kiriku hingga tangan kananku putus, terpotong. Kemudian kulubangi tulang selangkanganku, lalu kumasukkan belenggu-belenggu ini ke dalamnya, dan kuikat kedua kakiku dengan kedua belenggu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu harta kekayaanku sebanyak delapan ribu dinar.&lt;br /&gt;Kusedekahkan semuanya sebelum matahari terbenam, lalu aku memerdekakan 26 orang budak wanita, dan 23 orang budak laki-laki, dan aku waqafkan sawah ladangku di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak empat puluh tahun lalu aku berpuasa di siang hari, dan berdiri shalat dimalam hari. Akupun berhaji setiap tahun. Dan setiap tahun, selalu ada orang-orang alim sepertimu melihat mimpi seperti mimpimu, bahwa aku termasuk ahli neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun mengusapkan kedua tanganku ke wajahku, dan kukatakan; 'Wahai orang yang malang, hampir-hampir saja engkau membakar bumi beserta orang yang ada di atasnya dengan apimu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka diapun mengangkat tangannya ke langit seraya berkata;&lt;br /&gt;“Wahai dzat yang memberikan jalan keluar bagi kesempitan, wahai Dzat yang menyingkap kegundahan, Wahai Dzat yang menjawab doa-doa orang yang terjepit, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, berlindung dengan ampunan-Mu dari adzab-Mu, janganlah Engkau rnemutus harapanku, dan janganlah Engkau menyia-nyiakan do’aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun pulang ke rumahku, lalu tidur.&lt;br /&gt;Kemudian aku bermimpi melihat Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Malik, janganlah engkau membuat orang putus asa dari rahmat Allah, janganlah engkau membuat mereka putus asa dait ampunan-Nya. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperhatikan urusan Muhammad bin Harun dari tempat yang Maha Tinggi maka Dia telah mengabulkan do’a dan permintaan maaf atas kesalahannya. Maka pergilah di pagi hari dan katakan kepadanya: “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan makhluk-makhluk pertama dan makhluk-makhluk terakhir pada hari kiamat. Allah akan membela hewan-hewan yang dulu tidak punya tanduk atas hewan-hewan yang dulu punya tanduk. Jika dulu hewan yang bertanduk pernah menyakiti hewan yang tidak bertanduk dengan tanduknya, maka sesungguhnya Allah akan membela hewan tak bertanduk terhadap hewan yang bertanduk. Dan Allah akan mengumpulkan antara kamu wahil Muhammad bin Harun dengan ibumu, kemudian Allah akan menghukumi kamu untuk ibumu. Dan Dia akan memerintahkan kepada para malaikat untuk mengikatmu dengan belenggu yang berat menuju neraka. Maka jika engkau merasakan panas apinya selama tiga hari tiga malam dari hari-hari dunia, Allah akan melemparkan rahmat ke dalam hati ibumu, dan memberinya ilham untuk merninta anugerah pengampunan bagimu dari-Nya. Maka Diapun memberikan anugerah pengampunan kepadamu karenanya (ibumu), lalu kalian berdua masuk ke dalam sorga, karena (Dia telah berfirman):&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya Aku telah berjanji bahwa tidaklah seorang hamba dari hamba-hamba-Ku yang meminum-minuman yang memabukkan dan membunuh jiwa yang telah Kuharamkan kecuali akan Aku rasakan padanya panas api neraka.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi harinya, aku berangkat menemuinya, lalu kukabarkan mimpiku kepadanya. Maka seakan-akan kehidupannya bagaikan tanah kering berkerikil yang disiram air, kemudian dia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku (Malik bin Dinar) termasuk orang yang menshalatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Kisah ini diambil dari kitab Birrul Walidain (lbnul Jauzi 1/7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Oleh: Mamduh Farhan Al-Buhairi di Qiblati Edisi 9/III (www.qiblati.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis ulang oleh bloger akhanggas.&lt;br /&gt;Teks terjemahan Asli: http://enkripsi.wordpress.com/2010/10/26/betapa-lembut-rahmatmu-ya-allah/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir di sajikan ulang dengan penulisan yang berbeda oleh NAI. Semoga bisa mengambil hikmahnya, saudara sadaraku. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/groups/pena.nai/permalink/336094973089821/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-2596514852232655327?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/2596514852232655327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2012/01/betapa-lembut-rahmatmu-ya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/2596514852232655327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/2596514852232655327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2012/01/betapa-lembut-rahmatmu-ya-allah.html' title='&quot;BETAPA LEMBUT RAHMATMU, YA ALLAH&quot;'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iIwMH8YKE2M/TyTUoSOTW3I/AAAAAAAAAKQ/q-ZVFFZbweE/s72-c/doa%2Bkalbu' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-7084013444567632616</id><published>2011-07-23T09:04:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T09:15:01.079-07:00</updated><title type='text'>Surah Al Maa'un Ayat satu, Kita-kah ? ( hanya sebuah renungan kecil )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-vF_ahuwmrYM/TirzdMoY8kI/AAAAAAAAAJo/XWGGywrWqMg/s1600/anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vF_ahuwmrYM/TirzdMoY8kI/AAAAAAAAAJo/XWGGywrWqMg/s320/anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632581966912614978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara rintik hujan yang mengantar senja ke tempat peristirahatannya , semilir angin berhembus menerpa wajah-wajah letih di jalanan membuat orang enggan untuk keluar rumah. Genangan-genangan air mulai muncul di jalan-jalan beraspal yang tidak lama lagi akan memantulkan cahaya lampu-lampu jalan menandakan malam segera datang. Disudut jalan seorang anak kecil masih asyik memainkan mobil-mobilan bekas yang di perolehnya tadi siang dari tempat sampah. Ibunya masih tertidur disampingnya, atap-atap lebar rumah dan lebatnya pohon melindungi mereka dari sapuan air hujan, di sudut lain tampak beberapa pengemis dan pemulung juga mulai merebahkan diri. " Allahu Akbar..Allahu Akbar" kumandang adzan maghrib terdengar saling bersautan dari corong-corong spiker masjid, suarayang mengajak orang menemui Sang khaliq penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bu..bu..itu udah adzan mau sholat gak?" teriak anaknya membangunkan sang ibu, tapi ibunya masih terus tertidur. Anak itu diam , lalu kemudian meneruskan bermain mobil-mobilan. Setelah hampir setengah jam asyik bermain , anak tersebut kembali membangunkan ibunya " Bu....bu..., ...ibu gak sholat...... bangun dong bu....angga lapar nih !!" teriak anaknya, tapi ibunya masih tetap tertidur, tidak bergeming sedikitpun. Karena keletihan membangunkan ibunya tetapi tidak ada hasil anak itu kemudian tertidur disamping ibunya. Anak itu berusia lima tahun dengan badan kurus dan lusuh, sedangkan ibunya berusia sekitar tiga puluh tahun dengan wajah kurus pucat seperti orang sakit keras. Tidak beberapa lama adzan Isya berkumandang. Hujan semakin deras, jalanan tampak sepi, Anak itu terbangun sambil meringis karena merasa lapar. Dia bangun lalu berlari kearah masjid di seberang jalan, kemudian menengadahkan tangan kepada jama'ah masjid yang hendak melaksanakan sholat. Anak itu telah terbiasa mengemis di depan masjid dan di persimpangan jalan, tetapi malam itu tidak satupun jama'ah yang memberikannya uang. Dia terus meringis menahan sakit perut yang belum terisi sejak pagi karena ketika siang hari ibu nya muntah-muntah lalu kemudian tidur dan belum bangun sampai malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aro'aitalladzi yukajjibu biddin, fadza likalladzi ya du'uul yatim wa la yaa khuddu 'alaa thoo 'amil miskin"terdengar suara imam membaca surat Al Maa'un dari dalam masjid tentang para pendusta agama. Semua jama'ah hafal ayat itu tapi sama seperti nasib anak di luar masjid itu surah Al Maa'un tersebut terlantar di sudut ingatan. " Iqra !" kata malaikat jibril kepada Muhammad SAW, tidak ada kitab disana , Rasulullah SAW pun tidak bisa membaca, lalu apa yang mesti di baca ? " Iqra bismirabbikalladzi khalaq" bacalah dengan menyebut nama Tuhan Sang Maha Pencipta, surah itu seperti berteriak kepada kita "bacalah sekelilingmu, bacalah keadaan lingkunganmu, baca dan berkacalah pada alam semesta dan tunjukan kepedulianmu" dan kita hanya tertunduk sambil terus membolak-balik kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu belari kembali kepada ibunya sambil menangis menahan sakit, tubuhnya basah oleh air hujan, air yang bagi mahluk lain menjadi rahmat, tetapi baginya menjadi seperti sapaan Tuhan terakhir kepadanya, dia tertidur sambil memegang perut didada ibunya. Kedua ibu dan anak itu pada pagi harinya di ketemukan warga telah meninggal dunia, meninggalkan derita yang dideranya , meninggalkan para pendusta agama yang tidak pernah mau menyapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam nanti hujan menghampiri kita, disaat kita berkumpul bersama keluarga dan merasakan kehangatan, maka sesekali ambillah payung lalu keluar rumahlah, carilah rintihan disudut-sudut jalan, di halte-halte bis , sapalah mereka , redakan ketakutan di hati mereka berbagilah sedikit. Jika kokohnya rumah kita masih membuat takut anak anak kita ketika mendengar halilintar , lalu bagaimana dengan teriakan anak-anak tanpa atap tersebut, siapa tahu senyuman kita mampu mengusir galau dan resah di hati mereka lalu perlahan-lahan bisa melunturkan stempel pendusta agama di kening kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sebuah renunga buat diri kita. Semoga Kita bisa memperbaiki diri kita untuk menjadi seorang yang lebih baik .&lt;br /&gt;memberi dan menerima semua akan diminta pertanggung jawabannya...&lt;br /&gt;sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=195205471716&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-7084013444567632616?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/7084013444567632616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/07/surah-al-maaun-ayat-satu-kita-kah-hanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7084013444567632616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7084013444567632616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/07/surah-al-maaun-ayat-satu-kita-kah-hanya.html' title='Surah Al Maa&apos;un Ayat satu, Kita-kah ? ( hanya sebuah renungan kecil )'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vF_ahuwmrYM/TirzdMoY8kI/AAAAAAAAAJo/XWGGywrWqMg/s72-c/anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-5155069852518071999</id><published>2011-07-22T10:10:00.000-07:00</published><updated>2011-07-22T17:42:16.324-07:00</updated><title type='text'>ustadz telandan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_YNYtMxHN1o/TioVDzboHBI/AAAAAAAAAJY/n7D76KZLWsg/s1600/175654_1487930093113_1679774702_924159_4265832_o.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_YNYtMxHN1o/TioVDzboHBI/AAAAAAAAAJY/n7D76KZLWsg/s320/175654_1487930093113_1679774702_924159_4265832_o.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632337439070100498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alkisah...ada seorang Mubaligh Muda yg bernama Ahmad.. Ia memberikan ceramah kepada jama’ahnya seperti biasa. jama’ahnya banyak yang menangis berurai air mata mendengarkan nasehat-nasehatnya yang menyentuh.&lt;br /&gt;Pulang ceramah,.. seperti umumnya mubaligh, ia diberi amplop dengan jumlah cukup besar, Rp. 1,5 juta.&lt;br /&gt;Saat melihat amplop itu disodorkan,.. Ahmad merenung... Seperti biasa, ia tak mau dibayar.... Hatinya mengatakan salah mendapat uang dari kegiatan dakwah...pengajian dan dari memberikan nasehat pada orang lain.&lt;br /&gt;Berdakwah mengingatkan orang pada kebaikan adalah kewajiban setiap Muslim. Mengapa harus dibayar..?&lt;br /&gt;Yang ia paling takuti adalah Syetan tanpa terasa akan membelokkan niatnya berdakwah menjadi mencari uang.&lt;br /&gt;Syetan akan merusak keikhlasannya melalui uang. Itu pasti, dan jarang orang lulus dengan ujian itu.dan Ahmad tidak mau itu terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;Ia sangat menjaga niatnya... Ia tidak menganggap sepele urusan niat.&lt;br /&gt;Karena niatnya salah sedikit saja, melenceng dari keikhlasan, ia akan masuk ke dalam jebakan Syetan yang susah dilawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad merasakan hatinya berbicara pada dirinya:&lt;br /&gt;“ Ahmad,.. coba lihat dirimu,.. kamu masih muda,.. sehat,.. punya kaki yang bisa dipakai untuk berjalan.. Walaupun tidak punya pekerjaan tapi selama ini kamu belum pernah kelaparan..Walaupun uangmu di saku sekarang hanya Rp. 15 ribu, bukankah Allah selama ini mencukupi rizkimu...? Bukankah banyak orang yang lebih membutuhkan uang itu dibandingkan kamu..?&lt;br /&gt;Kalau pun butuh.., apa tidak malu menerima uang dari masjid..?&lt;br /&gt;Dari nasehat-nasehat agama yang kau berikan...? Bila kau menceramahkan agama,.. memberikan nasehat tentang keharusan ikhlas dan ketakwaan, apakah kamu sendiri sudah melaksanakannya....?&lt;br /&gt;Bukankah engkau harus melakukan dan mencontohkannya apa-apa yang engkau ceramahkan...?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan seperti itu selalu ia lakukan bila ceramahnya ada yang membayarnya.&lt;br /&gt;Setelah merenung begitu,... ia selalu tak sanggup menerima amplop berapa pun besarnya walaupun saat itu hanya ada beberapa rupiah uang disakunya.&lt;br /&gt;Ia selalu merasa malu kepada dirinya dan kepada Allah.&lt;br /&gt;Ia menyadari betul..memberikan nasihat dan pengajian bukan untuk mencari uang... Rezekinya yakin sudah ditanggung oleh Allah ia tapi tidak mau mendapatkannya dari berdakwah.&lt;br /&gt;Ia merasa dirinya naif bila menerimanya... Ia juga merasa bila menerimanya berarti ia memakan uang masjid,.. ditambah ada orang-orang yang memaksakan iuran mengumpulkan uang honor tersebut. Ia paling tidak mau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun masjid itu uangnya banyak karena berada di tempat elit, ia merasa tetap saja hatinya yang akan mudah berbelok tanpa terasa, menjadi senang menerima uang.&lt;br /&gt;Itu bisa melenakan hatinya... Ia bisa tidak mau berdakwah karena tidak dibayar. Dan itu naif. Ia merasakan malu menghubungkan uang dengan keharusannya saling menasehati.&lt;br /&gt;Bagaimana bila sebuah masyarakat butuh nasehat dan siraman ruhaninya, tapi tidak jadi gara-gara tidak ada uang untuk membaya honor penceramahnya..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskan saling menasehati terhalang oleh ketiadaan honor buat si penasehat.? Mengapa saling menasehati dan mengingatkan kebenaran jadi urusan uang..? Yang membuatnya kesel lagi, kebetulan, kondisi masjid itu tidak terlalu bagus bahkan ada beberapa bagian yang rusak.&lt;br /&gt;Tapi mengapa untuk dirinya uang itu dipaksakan ada tapi untuk memperbaiki masjidnya sendiri tidak diusahakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad memanggil staf DKM dan jama’ahnya yang belum pulang.&lt;br /&gt;Ia memberikan renungan dan menyadarkan jama’ah tentang kondisi masjid. Yang berhak diberi uang itu bukan dirinya,.. tapi masjid itu yang harus diperbaiki... Mengapa mereka memaksakan membayar dirinya, sementara bagian masjid ada yang rusak tidak diperbaiki..?&lt;br /&gt;Amplop itu pun ia minta untuk memperbaiki masjid. Jama’ah merasa malu mendengarnya ada mubaligh hatinya semulia itu.&lt;br /&gt;Sudah pengajiannya menyentuh,.. tidak mau dibayar lagi.&lt;br /&gt;Dan pada jam itu ternyata terkumpul Rp. 2,5 juta untuk dana awal memperbaiki masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang,.. jama’ah mengantarkannya pergi ke pintu halaman masjid. Mereka tahu,....... Ahmad datang jauh-jauh dan tentu mereka ingin&lt;br /&gt;mengantarkannya Tapi Ahmad selalu menolaknya diantar atau dijemput.&lt;br /&gt;Padahal,ia tidak punya kendaraan.... Ia hanya menyadari dirinya sehat,.. tidak ingin merepotkan orang dengan memanjakan dirinya.&lt;br /&gt;Yang ia rasakan nikmat bukan amplop atau diantar mobil tapi do’a jama’ah pada mengalir untuk dirinya melepas kepergiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a agar selamat, agar dilindungi Allah, do’a untuk keluarganya, disamping ucapan terima kasih tak terhingga.&lt;br /&gt;Ahmad merasakan, do’a-do’a tulus ikhlas dari orang-orang kecil itu jauh lebih berharga, jauh terasa lebih nikmat meresap ke dalam hati dan lebih besar nilainya dari uang puluhan juta.&lt;br /&gt;Do’a-do’a tulus itu akan menjadi bekal hidupnya di masa depan. Ia kemudian pamit dan berjalan kaki dengan uang disakunya hanya Rp. 15.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad sangat yakin dengan menjaga hatinya seperti itu,.. Allah justru akan memberikan pertolongannya yang jauh lebih besar dari arah yang tak disangka-sangka. Dan itu sering ia alami.&lt;br /&gt;Itulah keyakinannya sehingga ia tidak menggantungkan bantuannya pada manusia.... Bantuan Allah sudah menjadi keyakinannya, menjadi jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia mulai berjalan menjauhi masjid, ia berharap pertolongan Allah datang lagi dalam bentuk apa saja yang bisa mengantarkannya pulang .&lt;br /&gt;Ia berjalan dan terus berjalan... Biasanya pertolongan Allah itu tidak lama sudah datan seperti yang ia sering alami, ketika sedang berjalan kaki pulang dari luar kota sesudah memberikan taushiyah pengajian, tiba-tiba sudah berada di dekat rumahnya. Allahu Akbar …!!&lt;br /&gt;Matanya terbelalak tidak percaya, tapi sering terjadi.&lt;br /&gt;Ia hanya berjalan mengandalkan kakinya yang diamanatkan Allah untuk digunakan. Itu saja yang ia yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu,... Ahmad terus berjalan sambil hati kecilnya berharap bantuan Allah lagi. Tapi......., setelah sekian jam berjalan, bantuan itu tidak datang juga.&lt;br /&gt;Ia heran dan bertanya-tanya dlm hati.. Tapi kemudian segera meluruskan hatinya... Ia berbicara pada dirinya:&lt;br /&gt;“Ahmad... kamu sehat dan punya kaki, kenapa tidak dipakai..?&lt;br /&gt;Kenapa harus bergantung pada pertolongan yang pernah dirasakan..?”&lt;br /&gt;Ia pun beristighfar menyadari itu dan meniatkan pulang berjalan kaki.&lt;br /&gt;Ia pun menghilangkan harapan yang bisa merusak keikhlasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa,... dari dhuhur hingga sudah larut malam ia telah berjalan....&lt;br /&gt;Di tengah jalan, ia masuk masjid dan ia yakin ada sesuatu yang salah pada dirinya karena tidak biasanya seperti itu.&lt;br /&gt;Saat shalat, ia menangis sejadi-jadinya....&lt;br /&gt;Ia malu kepada Allah dan merengek-rengek memohon ampun.&lt;br /&gt;Ia merasa keikhlasannya di pengajian tadi tengah diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasa hatinya berkata pada dirinya:&lt;br /&gt;“Ahmad, engkau sudah berbuat mulia,.. menolak bayaran dan kau pakai untuk masjid... Dan engkau berniat pulang dgn jalan kaki , tapi mengapa engkau berharap balasan...? Dimana keikhlasanmu..? Allah sering memberikan pertolongan kepadamu dan pertolongan Allah kepada kekasih-kekasih-Nya adalah pasti. Tapi mengapa engkau menjadikan itu sebagai andalan...?&lt;br /&gt;Bisakah kedekatanmu pada kepada Allah tidak kau jadikan andalan mendapatkan kemudahan..? Mana perjuanganmu..?&lt;br /&gt;Mana bukti keikhlasanmu..? Tunjukkan dulu usahamu yang maksimal mempergunakan apa-apa yang sudah dianugrahkan Allah kepadamu.&lt;br /&gt;Allah sudah memberimu badan,.. kaki dan kesehatan,.. mengapa tidak kau gunakan..?&lt;br /&gt;Walaupun berharap balasan dari Alah adalah sebuah keikhlasan,.. tapi tetap itu masih berharap balasan.&lt;br /&gt;Itu belum keikhlasan yang sesungguhnya...&lt;br /&gt;Keikhlasan yang sejati adalah tidak berharap balasan dari siapa-siapa,bahkan dari Dia sekalipun... Seseorang berbuat kebaikan adalah untuk kebaikan dirinya, seseorang berbuat mulia untuk kemuliaan dirinya,.. Allah membalasnya atau tidak itu urusan-Nya... Yang jelas, Allah pasti tidak pernah menyia-nyiakan kebaikan seorang hamba-Nya.&lt;br /&gt;Allah ingin melihat bukti keikhlasanmu tanpa Allah memberikan bantuan kepadamu. Apa engkau tidak ikhlas dengan kebaikanmu...?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar suara hatinya tsb, ia tak tahan dengan perasaan malunya.&lt;br /&gt;Ia sujud menangis. Air matanya membasahi sajadahnya:&lt;br /&gt;“Ya Allah, ampunilah aku... Bukan berharap Engkau memudahkan urusanku, tapi pertolongan-Mu selama ini selalu terbukti nyata padaku....&lt;br /&gt;Aku jadi kebiasaan.... Sekarang aku malu kepada-Mu ya Allah…&lt;br /&gt;Aku menyadari,.. seharusnya aku tidak berharap begitu,.. itu urusan Engkau menolong aku atau tidak.&lt;br /&gt;Sekarang aku ikhlaaaas… dengan perjalanan pulangku ini, maafkan aku ya Allah, aku mohon ampuun padamu ya Allah…!”&lt;br /&gt;sambil terus terisak-isak. Ia bermalam di masjid itu karena kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, ia merasa jiwanya segar dan pulih kembali.&lt;br /&gt;Kesalahan hatinya telah disadarinya dan ia merasa Allah sudah mengampuni kesalahannya.&lt;br /&gt;Dari masjid itu ia berjalan kaki lagi singgah dari masjid ke masjid untuk shalat dan istrahat.&lt;br /&gt;Sesekali diisi berjam-jam ngobrol memberikan taushiyah.&lt;br /&gt;Ia baru tiba di rumahnya setelah tiga hari berjalan kaki.... Ia merasakan perjalanannya nikmat luar biasa.&lt;br /&gt;Uangnya disaku tinggal sepuluh ribu rupiah,.. lima ribu ia pakai makan supermie dua kali dalam perjalanan pulang yang “berkesan” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tanya mengapa pertolongan Allah tidak datang saat itu..?&lt;br /&gt;Ia menjawab: “Karena saya mengharapkannya. Itulah kesalahan saya. Saya belum ikhlas. Itulah yang saya tangisi dan memohon ampun. Ketika saya tidak bergantung pada anugrah kemudahan Allah yang sering diberikan kepada saya, jutsru sering keajaiban Allah itu datang dengan mudahnya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelemahan kita umumnya, jangankan kemudahan dari Allah, bantuan dan pertolongan dari manusia saja sering membuat kita bergantung kepada mereka dan lupa kepada hakikat yang memberikannya. Belum lagi bantuan itu kita pergunakan untuk tujuan-tujuan yang salah dan tidak pada tempatnya.&lt;br /&gt;Itulah yang harus kita hindari bila hati kita ingin hidup dan bercahaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah… saya sangat malu pada diri sendiri mendengar kisahnya...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catt : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=208725119175864&amp;set=o.158496477521946&amp;type=1&amp;theater&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-5155069852518071999?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/5155069852518071999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/07/alkisah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/5155069852518071999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/5155069852518071999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/07/alkisah.html' title='ustadz telandan'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_YNYtMxHN1o/TioVDzboHBI/AAAAAAAAAJY/n7D76KZLWsg/s72-c/175654_1487930093113_1679774702_924159_4265832_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-7802232722535998254</id><published>2011-02-06T02:35:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T02:41:25.424-08:00</updated><title type='text'>Biarlah, Hanya Allah Yang Mengenalku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TU56qWc-MMI/AAAAAAAAAII/DDnlrKpJ9jI/s1600/doa.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TU56qWc-MMI/AAAAAAAAAII/DDnlrKpJ9jI/s320/doa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570524657104072898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pesan menarik dari seorang ulama salaf, tu'rafuna fi ahlis-sama' wa tukhfuna fi ahlil ardhi. Berusahalah agar kalian lebih dikenal oleh para penghuni langit, walau tak seorang penduduk bumi yg mengenal kalian. Rasulullah saw menyebut tipe manusia seperti ini dgn sebutan Al Akhfiya; manusia2 tersembunyi. Beliau juga mengatakan Allah Azza wa Jalla sangat mencintai manusia tipe ini. Mereka tdk pernah peduli apa kata manusia tentang mereka, sebab bagi mereka yg penting adalah apa kata Allah tentang mereka. Itulah sebabnya, mereka tdk pernah mengalami kegilaan akan kemasyuhran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah kisah salah satu dari mereka. Ia hidup di masa tabi'in. Namun hingga hari ini tak satu buku sejarahpun yg dapt menyingkap identitas pria ini. Satu2nya informasi tentangnya hanyalah bahwa ia seorang berkulit hitam dan bekerja sbg tukang sepatu! Shahibul hikayat adalah seoarng tabi'in bernama Muhammad ibn al-Munkadir rahimahullah. malam itu sudah terlalu malam dan gelap. Namun walaupun malam, udara terasa lebih panas dari biasanya. Tidak aneh memang, sebab hari2 itu adalah hari2 kemarau panjang dikota itu. Sudah satu tahun ini kota Madinah tdk pernah mendapat curahan air dari langit. Entah telah beberapa kali penduduk kota itu berkumpul utk melakukan sholat istisqa' demi meminta hujan. Namun hingga malam itu, tak setetes hujanpun yg turun menemui mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malam itu, seperti biasanya bila sepertiga akhir malam menjelang, Muhammad ibn al-Munkadir meninggalkan rumahnya dan bergegas menuju Masjid Rasulullah saw. Usai mengerjakan sholatnya malam itu, ibn al-Munkadir bersandar kesalah satu tiang masjid. Tiba2 ia melihat sebuah sosok bergerak tdk jauh dari tempatnya bersandar. Ia mencoba utk mengetahui siapa sosok itu. Agak sulit sebab malam sudah begitu gelap. Dgn agak susah payah ia melihat seorang pria berkulit hitam agak kecoklatan. Tapi ia sama sekali tdk mengenalnya. Pria itu membentangkan sebuah kain dilantai masjid itu dan pria itu sepertinya benar2 merasa hanya ia sendiri dalam masjid. Ia tdk menyadari kehadiran Ibn al-Munkadir tdk jauh dari tempatnya berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berdiri mengerjakan sholat dua raka'at. Usai itu, ia duduk bersimpuh. begitu khusyu' ia bermunajat. Dalam munajat itu, ia mengatakan, "duhai Tuhanku, penduduk negeri Haram-Mu ini telah bermunajat dan memohon hujan pada-Mu namun Engkau tdk kunjung mengaruniakannya pada mereka. Duhai Tuhanku, sungguh aku mohon pada-Mu curahkanlah hujan itu utk mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn al-Munkadir yg mendengar munajat itu agak sedikit mencibir. "Dia pikir dirinya siapa mengatakan seperti itu,"gumamnya dalam hati."orang2 shaleh seantero Madinah telah keluar utk meminta hujan, namun tak kunjung dikabulkan...lalu tiba-tiba, orang ini berdoa pula....gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguh diluar dugaan, belum lagi pria hitam itu menurunkan kedua tangannya, tiba2 saja suara guntur bergemuruh dari langit. Tetesan2 air hujan menetes kebumi. Sudah lama tdk begitu. Tak terkira betapa gembiranya pria itu. Segala pujian dan sanjungan ia ucapkan kpd Allah Ta'ala. Namun tdk lama kemudian ia berkata dgn penuh ketawadhu'an, "Duhai Tuhanku, siapakah aku ini? Siapakah gerangan aku ini hingga Engkau berkenan mengabulkan doaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn al-Munkadir hanya tertegun ditempatnya memandang pria itu. Tak lama sesudah itu, pria tsb bangkit kembali dan melanjutkan raka'at-raka'atnya. Hingga ketika saat subuh menjelang, sebelum kaum muslimin lainnya berdatangan, ia segera menyelesaikan witirnya. Ketika sholat subuh ditegakkan, ia masuk kedalam shaf seolah2 ia baru saja sampai dimasjid itu. Usai mengerjakan sholat subuh, pria itu bergegas keluar meninggalkan masjid Rasulullah saw. Jalan-jalan kota Madinah subuh itu digenangi air. Pria itu berjalan cepat sambil mengankat kain bajunya. Menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn al-Munkadir yg berusaha mengikutinya kehilangan jejak. Ia benar2 tdk tahu kemana pria hitam itu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kembali merangkak semakin jauh. Malam ini, Muhammad ibn al-Munkadir kembali mendatangi Masjid Nabawi. Dan seperti malam kemarin, ia kembali melihat pria hitam itu. Persis seperti kemaren, Ia mengerjakan sholat malamnya hingga subuh menjelang. Dan ketika sholat ditegakkan, ia masuk kedalam shaf seperti orang yg baru saja tiba dimasjid itu. Ketika sang Imam mengucapkan salam, pria itu tdk menungu lama. Persis seperti kemarin, ia bergegas meninggalkan masjid itu. Dan Ibn al-Munkadir mengikutinya dari belakang. Ia ingin tahu siapa sebenarnya pria itu. Pria itu menuju kesebuah lorong dan setibanya disebuah rumah ia masuk kedalamnya."Hmm, rupanya disitu pria ini tinggal, baiklah sebentar aku akan mengunjunginya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari telah naik sepenggalan. Usai menyelesaikan sholat Dhuhanya, Ibn al-Munkadir pun bergegas mendatangi rumah pria itu. Ternyata ia sedang sibuk mengerjakan sebuah sepatu. Begitu ia melihat Ibn al-Munkadir, ia segera mengenalinya. "Marhaban wahai Abu 'Abdullah-begitulah Ibn al-Munkadir dipanggil-! Adakah yg bisa kubantu? Mungkin engkau ingin memesan sebuah alas kaki?" Ujar pria itu menyambut kedatangan Ibn al-Munkadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ibn al-Munkadir justru menanyakan hal yg lain "Bukankah engkau yg bersamaku di masjid kemarin malam itu?" Dan tanpa diduga, wajah pria itu tampak sangat marah. Dgn nada suara yg tinggi ia berkata, "Apa urusanmu dgn itu semua, wahai Ibn al-Munkadir??!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tampaknya ia sangat marah. Aku harus segera pergi dari sini,"ujar Ibn al-Munkadir dalam hati. ia pun segera pamit meninggalkan rumah tukang sepatu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah malam ketiga sejak peristiwa itu. Seprti malam2 sebelumnya, malam itu Ibn al-Munkadir berjalan menuju masjid Rasulullah saw. satu hal yg agak berbeda malam itu. Dihatinya ada harapan yg kuat utk melihat pria tukang sepatu itu. setibanya dimasjid dan mengerjakan sholat seprti biasanya, ia bersandar sambil berharap pria itu kembali terlihat didepan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun malam semakin malam, pria yg ditunggu2 tdk kunjung kelihatan. Ibn al-Munkadir tersadar. Ia telah melakukan kesalahan. "Inna lillah ! Apakah yg telah aku lakukan??" itulah gumamnya saat menyadari kesalahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan usai sholat subuh, ia segera meninggalkan masjid itu dan mendatangi rumah sang tukang sepatu. Namun, yg ditemukan hanyalah pintu rumah yg terbuka dan tdk ada lagi pria itu. Penghuni rumah itu berkata, "wahai Abu 'Abdullah! apa yg terjadi antara engkau dgn dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yg terjadi?" Tanya Ibn al-Munkadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika engkau keluar dari sini kemarin itu, ia segera mengumpulkan semua barangnya hingga tak satupun yg tersisa. Lalu ia pergi dan kami tdk tahu kemana ia pergi hingga kini," jelas penghuni rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak hari itu, Ibn al-Munkadir mengelilingi semua rumah yg ia ketahui dikota Madinah. Namun sia-sia belaka. Pencariannya tdk pernah membuahkan hasil. Dan hingga kini di abad ini. Kita pun tdk pernah tahu siapa pria tukang sepatu itu. Jejak-jejaknya yg terhapus oleh hembusan angin sejarah seolah bergumam, "Biarlah, hanya Allah yg mengenalku....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kerinduan Seorang Mujahid, Abul Miqdad al-Madany (hal-103-108)&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/home.php#!/notes/nina-bobo/biarlah-hanya-allah-yang-mengenalku/159278450786411&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-7802232722535998254?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/7802232722535998254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/02/biarlah-hanya-allah-yang-mengenalku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7802232722535998254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7802232722535998254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/02/biarlah-hanya-allah-yang-mengenalku.html' title='Biarlah, Hanya Allah Yang Mengenalku'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TU56qWc-MMI/AAAAAAAAAII/DDnlrKpJ9jI/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-4392963879660383990</id><published>2011-01-26T00:50:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T00:54:34.946-08:00</updated><title type='text'>Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_hOE3I5EI/AAAAAAAAAH8/lDE5WgdhabA/s1600/anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_hOE3I5EI/AAAAAAAAAH8/lDE5WgdhabA/s320/anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566415296392651842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.&lt;br /&gt;Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis yang perpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma’ruf, dan senantiasa menjaga hijabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Afnan melanjutkan ceritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nasrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: “Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: “Mama, aku sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam.” Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai pamannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: “Sakit ringan di kakiku.” Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah.” Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata: “Alhamdulillah… alhamdulillah… alhamdulillah.” Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: “Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjamah dan para perawat, merekapun menyatakan keislamannya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: “Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami (aku, suamiku dan Afnan) pergi untuk yang pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: “Apakah engkau seorang muslimah?” Dia menjawab: “Tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar yang kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan. Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. Dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi kakinya, karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan mematikannya. Akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: “Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?” Maka dia mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin bagi mereka untuk memasang kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: “Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna.” Temanku tersebut berkata: “Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan. Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan di sisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan, dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu’ dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mengabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Maka memungkinkan bagi kami untuk membawanya ke rumah. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang. Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum. Dia berkata: “Ummi, kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat.” Kukatakan: “(Mimpi) yang baik Insya Allah.” Dia berkata: “Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau, dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun bertanya kepadanya: “Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut.” Dia menjawab: “Aku menyangka, bahwasannya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku.” Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku, dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring di atas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: “Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu.” Maka diapun menciumku. Kemudian dia berkata: “Aku ingin mencium pipimu yang kedua.” Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya: “Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia berkata: “Asyhadu alla ilaaha illallah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallaah.” Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah.” Dan keluarlah rohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kasturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, keluargaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillahi rabbil ‘aalamin. (AR)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; sumber: majalah qiblati edisi 4 tahun 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.qiblati.com &lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Oleh: Ummu Mariah Iman Zuhair&lt;br /&gt;dari : http://enkripsi.wordpress.com/2010/07/09/kisah-gadis-kecil-yang-shalihah/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-4392963879660383990?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/4392963879660383990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/01/kisah-gadis-kecil-yang-shalihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/4392963879660383990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/4392963879660383990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/01/kisah-gadis-kecil-yang-shalihah.html' title='Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_hOE3I5EI/AAAAAAAAAH8/lDE5WgdhabA/s72-c/anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-7344363487678122557</id><published>2011-01-26T00:43:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T00:47:41.948-08:00</updated><title type='text'>KESUDAHAN YANG BERLAWANAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_fdT8N29I/AAAAAAAAAH0/r0VTupkqiRg/s1600/mati.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_fdT8N29I/AAAAAAAAAH0/r0VTupkqiRg/s320/mati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566413359115262930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang balk. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, nia selalu dalam Shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.&lt;br /&gt;Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada’ diri sendiri: ”Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”&lt;br /&gt;Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.&lt;br /&gt;Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari rnlingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.&lt;br /&gt;Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.&lt;br /&gt;Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.&lt;br /&gt;Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku’sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras.&lt;br /&gt;Kami mengalihkan pandangan. Teryata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong Korban.&lt;br /&gt;Kejadian yarng sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis kedua nya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.&lt;br /&gt;Ucapkanlah ”Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah rntemanku.&lt;br /&gt;Tetapi sungguh mengherankan, DARI MULUTNYA MALAH MELUNCUR LAGU-LAGU. Keadaan itu membuatku merinding.&lt;br /&gt;Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi rnorang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… KEDUANYA TETAP TERUS SAJA MELANTUNKAN LAGU.&lt;br /&gt;Tak ada gunanya…&lt;br /&gt;Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.&lt;br /&gt;Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.&lt;br /&gt;Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan SU’UL KHATIMAH (KESUDAHAN YANG BURUK). Ia berkata: ”Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.&lt;br /&gt;Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa nitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** Kejadian Yang Menakjubkan…&lt;br /&gt;Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.&lt;br /&gt;Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemani-ku pada peristiwa yang rnpertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan.&lt;br /&gt;Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.&lt;br /&gt;Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia MENGGUMAMKAN SESUATU. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;IA MELANTUNKAN AYAT-AYAT SUCI AL-QUR’AN …dengan suara amat lemah.&lt;br /&gt;”Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan : ia hampir mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan’ al quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: ”Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman” aku Meyakinkan diriku sendiri.&lt;br /&gt;Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qurlan yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rnrongga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah sakit…Kepada orang-orang di sana kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.&lt;br /&gt;Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.&lt;br /&gt;Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. ”Justru saya memanfaatkan waktu pejalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ikut menyalati jenazah dan mengantamya sampai ke kuburan.&lt;br /&gt;Dalam liang rnlahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.&lt;br /&gt;”Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah”.&lt;br /&gt;Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…&lt;br /&gt;Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://jilbab.or.id/archives/96-saudariku-apa-yang-menghalangimu-berhijab-iv/#more-96 &lt;br /&gt;sumber : http://enkripsi.wordpress.com/2010/06/08/kesudahan-yang-berlawanan/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-7344363487678122557?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/7344363487678122557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/01/kesudahan-yang-berlawanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7344363487678122557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7344363487678122557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/01/kesudahan-yang-berlawanan.html' title='KESUDAHAN YANG BERLAWANAN'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_fdT8N29I/AAAAAAAAAH0/r0VTupkqiRg/s72-c/mati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-2005668871584686023</id><published>2011-01-25T22:49:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T22:59:30.566-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Mahasiswa Burma itu menangis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_GRG-p7iI/AAAAAAAAAHs/Wv03glqRghg/s1600/menangis.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_GRG-p7iI/AAAAAAAAAHs/Wv03glqRghg/s320/menangis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566385661686705698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirohmanirrohim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“assalamu’alaikum”, ucap seorang pria tua sembari memasuki ruangan. Dengan penuh wibawa, menyambar kursi kosong terdepan yang menghadap ke arah para mahasiswa. Salamnya barusan memecah kegaduhan mereka yang  sejak tadi menjajah aula belajar. Tak berselang lama, suasana menjadi agak hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“fulan bin fulan”, kata doktor berkebangsaan Mesir ini memulai mengabsen mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hadir”, jawab seorang  mahasiswa segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya, berurutan dari “alif’ hingga “waw”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pelajaran kali ini adalah ”Hadhir ‘Alam Al-Islamiy”. Dalam bahasa kita bermakna “Realita Umat Islam Terkini”. Materi inti yang dibahas dalam mata pelajaran ini adalah  keadaan umat Islam di berbagai belahan dunia, sejarah infiltrasi Islam ke sana, beserta problematika terkini yang di hadapi umat islam di masing-masing tempat. Sebagai kampus dengan komposisi mahasiswa yang heterogen dan multikultural, Universitas Islam Madinah sengaja memasukan materi ini ke dalam kurikulum wajib setiap fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya tidak lain, agar mahasiswa yang heterogen tadi mengenal kondisi kaum muslimin di negara lain, memahami situasi umat Islam terkini, dan mengetahui problem-problem apa yang dihadapi kaum muslimin di tiap negara. Dengan begitu, diharapkan akan tumbuh dalam jiwa setiap mahasiswa rasa empati terhadap sesama kaum muslimin, serta rasa senasib sepenanggungan. Sebagaimana di singgung oleh Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasalam- dalam hadisnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: “orang-orang beriman yang saling mencintai, mengasishi, dan menyayangi, bagaikan satu-kesatuan tubuh, apabila salah satu organnya mengeluh sakit, maka yang lainnya akan ikut bersimpati dengan susah tidur dan demam” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana biasanya, begitu absen usai, doktor Mesir itu selalu mengajak mahasiswa untuk loncat dari jendela aula, terbang menyebrangi padang pasir Saudi nan kerontang, melewati batas laut dan samudra, menjelajah ke negri lain untuk sejenak menilik keadaan kaum muslimin di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooo...” , “Subhanallah...” , “Laa haula wa laa quwwata illa billah...”, dan ungkapan-ungkapan sejenisnya, akan segera menghiasi bibir-bibir anak didiknya begitu mata mereka terbuka akan realita yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah, haru, iba, sedih, hati teriris, dendam kesumat terhadap orang-orang kafir, gelora semangat baru untuk memperjuangkan islam, dan perasaan lain yang semisalnya, seakan menjadi hal terpisahkan kala menyimak pelajaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang pula, setelah mendengar sepak terjang tokoh-tokoh zaman dahulu, dalam diri mereka timbul inspirasi-inspirasi baru, atau ide-ide segar di bidang inovasi media dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kira-kira petualangan doktor itu, berlangsung dalam durasi kurang dari 1 x 50 menit setiap minggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hari ini sang doktor sedikit mengubah haluan belajar, tidak melaju sebagaimana biasanya. Di sela-sela petualangannya bersama para mahasiswa, dia melemparkan sebuah pertanyaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kira-kira, apa yang akan kalian lakukan setelah lulus kuliah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak biasanya sang doktor melemparkan pertanyaan semacam itu disela-sela pelajaran. Tapi itu wajar-wajar saja, karena pertanyaan itu memang berhubungan erat dengan mata pelajaran yang dia ajarkan sekarang. “Apa yang akan kalian lakukan setelah lulus?” maknanya adalah “apa yang akan kalian lakukan untuk berkhidmah kepada agama ini?”, berarti juga “apa yang bisa kalian lakukan memajukan umat Islam?” berarti juga “solusi macam apa yang kalian tawarkan untuk mengentaskan umat dari problematika rumit ini?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-persatu, para mahasiswa bergiliran menjawab pertanyaan tadi dengan antusias. Tidak ayal, jawaban mereka pun bervariasi. Ada yang ingin menjadi guru, ada yang jadi imam masjid, bahkan mungkin ada yang ingin jadi pengusaha, politisi, presiden, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tiba giliran anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“anta...?!”, ujar sang doktor sambil mengarahkan kata yang berarti “kamu” itu kepada  salah seorang mahasiswa berwajah melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bukan orang Malaysia, bukan pula Indonesia, Filipina, Kamboja ataupun Thailand, melainkan orang Burma (Myanmar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, tidak semisal mahasiswa lain, anak ini sepertinya tidak begitu antusias menjawab pertanyaan sang doktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, bukan tidak antusias, bahkan sepertinya dia sama sekali tidak ingin mendengar semuanya. Iya, semuanya. Baik semua yang di tanyakan sang doktor, ataupun semua jawaban rekan-rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja, di lubuk hatinya seolah berdengung kalimat, “andai sebelumnya aku tahu kalau dosen Mesir ini akan bertanya seperti ini padaku, tentu aku tidak akan masuk kelas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bingung... linglung... tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan sederhana ini. Bukan karena skill bahasa arabnya yang minim, tapi memang dia tidak tahu harus menjawab dengan apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berselang lama, kedua bola mata anak Burma itu mulai memerah, berkaca-kaca, dan akhirnya ... ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetes demi tetes, air mata mengalir tak terbendung. Isak tangis mulai terdengar, dan suaranya juga semakin parau. Sebuah pertanda bahwa hatinya baru saja terkoyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi yang tak lazim ini membuat seisi aula terheran-heran. Ada apa gerangan dengan anak asia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama, tangisnya semakin meledak-ledak. Sepertinya ini bukan sandiwara. Bukan juga air mata buaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, mendadak hiruk suara isak tangis mulai menjajah aula. Suaranya begitu riuh, mungkin seperti riuhnya mereka ketika menunggu dosen tadi. Suara tangis nan gaduh itu tentu bukan berasal dari satu orang. Ada dua yang mengangis. Oh, bukan, bukan dua. Ada tiga orang. Oh, bukan, bukan tiga. Sepertinya empat atau lima atau ... , ah entahlah..., yang pasti, anak Burma itu tidak sendirian, ada beberapa rekan senegaranya dalam aula itu, dan mereka semua mengangis sejadi-jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada yang salah dalam pertannyaan tadi? Salahkah seorang guru menanyakan kepada muridnya apa cita-citamu nanti? Segudang pertanyaan semisal ini tentu memenuhi isi kepala penghuni aula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah mengajarnya selama  37 tahun di kota Rosulullahu -sholallahu 'alaihi wassalam-, baru kali ini sang doktor mengalami  peristiwa ini. Dia bingung, sebagaimana mahasiswa lainnya juga bingung, entah bagaimana harus bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya mengapa mereka menangis, jawaban yang mereka berikan hanyalah isak tangis yang makin nyaring. Mereka tidak bisa menjawab dengan kata-kata, karena rasa sedih sedang menguasai hati dan pikiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang nian anak-anak Burma itu, pasti obrolan hangat beberapa menit lalu seputar masa depan, baru saja membangkitkan kenangan perih masa lalu mereka. Kenangan, yang berusaha mereka kubur dalam-dalam di lubuk hati, agar dapat menghadapi tuntutan belajar di Universitas ini. Namun kini, semua itu bagaikan luka lama yang kembali terbuka kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada menit-menit berikutnya, sang doktor mengalihkan topik pembicaraan. Dengan seribu satu cara, dia berusaha membuat mereka melupakan kejadian memilukan barusan. Tapi, sepertinya sia-sia saja, luka yang terbuka, tidak mungkin sembuh dalam hitungan menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, datang juga saat-saat yang ditunggu, yaitu detik-detik terakhir jam pelajaran. Sang doktor, tentu sudah lama menunggu saat ini, dia tidak mau lama-lama terperangkap dalam lubang kesedihan yang tidak sengaja digalinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran Usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu setelah kejadian itu, salah seorang dari mahasiswa Burma itu mendatangi sang doktor di luar jam pelajaran. Klarifikasi, itu tujuan utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dok”, ujarnya memulai penjelasan. “maafkan kami atas kejadian beberapa hari lalu. Sebenarnya, saya menangis karena teringat ayah saya. Pemerintah Burma mencekal dan memasukan beliau ke dalam penjara. Bukan itu saja. Mereka bilang, jika pulang ke Burma nanti, mereka akan memasukan saya ke penjara”, begitu pengakuan anak Burma itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru alasan salah seorang dari mereka, adapun rekan-rekannya yang lain, pasti juga punya alasan tersendiri. Apapun itu, yang telah membuat mereka terpaksa memerah air mata dihadapan forum belajar mahasiswa, pastilah bukan sesuatu yang sepele, pasti suatu hal yang serius dan juga sangat memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan mahasiswa Burma tadi, sudah cukup untuk memperjelas duduk perkara tragedi di aula beberapa hari lalu. Hanya saja, masih terselip sebuah keganjilan. Mengapa mereka menangis serempak secara kompak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata tangis segelintir anak Burma tadi adalah perwakilan dari jutaan tangis kaum muslimin lainnya di negri mereka. Tetesan air mata mereka, bukanlah apa-apa dibandingkan  banjir air mata yang hampir setiap hari terjadi disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arakan, begitulah nama daerah tempat mereka berasal. Arakan adalah nama sebuah daerah di barat laut Myanmar. Berbatasan langsung dengan negara Bangladesh di sebelah utara, teluk Benggali di sebela barat. Area seluas 20.000 mil persegi dihuni sekitar 4 juta jiwa yang 70 %-nya beragama islam. Area ini merupakan titik berkumpul kaum muslimin di Myanmar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran agama islam memasuki Burma pada abad ke-8 hijriyah. Ditangan para da’i dan pedagang dari Bangladesh, ajaran islam berkembang pesat. Puncaknya adalah didirikan kerajaan islam di Arakan yang bertahan sekitar tiga setengah abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris berhasil menjamah tanah ini pada tahun 1303 H. Setelah perang dunia kedua berakhir, Myanmar memprklamirkan kemerdekaan dan secara resmi mendeklarasikan berdirinya negara baru berazaskan ajaran agama Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan pemerintah kafir inilah, kaum muslimin merasakan pahit getirnya hidup sebagai warga minoritas yang persentase mereka hanya 20% dari total penduduk Burma 45 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, sejak komunis mengambil alih pemerintahan pada tahun 1382 H, siksaan hidup semakin bertubi-tubi. Pemerintah mengambil alih kepemilikan sebagian besar harta benda kaum muslimin, baik yang merupakan prasarana umum seperti masjid, dan tanah-tanah wakaf, hingga harta pribadi seperti tanah, ladang, pabrik, hingga kios-skios kecil penjual beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua merupakan implementasi paham komunis yang mengingkari adanya kepemilikan harta benda secara pribadi, dan bahwasanya semua kekayaan harus dinikmati semua orang yang prosesnya diatur negara. Padahal kenyataannya, hanya segelintir pejabat negaralah yang menikmati kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya paham komunis beberapa dekade lalu, tidak membawa angin segar bagi perubahan nasib kaum muslimin Burma. Pemerintahan militer Myanmar ternyata tidak kalah kejam dari komunis. Selama dua puluh tahun terakhir ini, kaum muslimin disana mengahadapi tekanan pemerintah setempat yang memaksa setiap warga muslim untuk mengganti aqidahnya dengan aqidah paganisme Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menolak tawaran iblis tadi, akan menghadapi 1001 macam tekanan dari pihak pemerintah. Tidak memperoleh hak belajar, tidak diperkenankan bekerja di badan usaha manapun, baik negri atau swasta, tidak memperoleh KTP, tidak di akui sebagai warga negara, dan sejenisnya, merupakan resiko teringan yang mereka hadapi. Adapun resiko beratnya, terlalu memilukan untuk ditulis disini, terlebih lagi apa yang dihadapi para wanita muslimah. Cukuplah kisah pilu para sahabat seperti Bilal, ‘Ammar bin Yasir, Khobbab bin ‘Arat, dan lainnnya sebagai gambaran, kira-kira cobaan macam apa yang akan diterima oleh orang-orang yang tegar di atas agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kami dilarang bepergian dari satu kota ke kota lain. Kalau ingin pergi ke kota lain, kami diharuskan mengajukan surat izin terlebih dahulu. Tapi jangan terlalu harap mereka akan mengabulkannya”, ujar salah seorang mahasiswa Burma suatu hari kepada rekannya sesama mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tamasya, tidak ada jalan-jalan, tidak ada kebun binatang. Bisa dibayangkan bagaimana tertekannya mereka. Kalau di Indonesia, bepergian ke kota lain bisa dianggap sebagai tamasya, tapi di Burma itu sama saja dengan mengantar nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan iblis ini kelihatanya sangat bernafsu sekali untuk mengubah tanah Arakan menjadi kota Budha, terbukti dengan sepak terjang mereka selama ini yang tidak bisa dikatakan sebagai tindakan manusiawi terhadap warga muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka secara brutal mengusir sebagian warga muslim disana, mengahancurkan desa-desa mereka, dan memaksa mereka untuk berhijrah ke Bangladesh. Tidak  hanya itu, mereka juga dianggap sebagai imigran gelap. Kemudian, diatas reruntuhan desa mereka, dibangun pemukiman baru bagi warga Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, perasaan kaum muslimin Burma ketika memandang pagoda-pagoda  disana tidak jauh beda dengan perasaan bani isroil Musa –‘alaihissallam- ketika memandang piramid. Bedanya, mereka tidak merasakan pahitnya kerja rodi untuk membangunnya, namun sakitnya siksaan, kehinaan yang mereka rasakan tidak jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, negara zalim ini tidak cukup kaya dan tidak cukup pintar untuk mengembangkan senjata pemusnah massal. Kalau  tidak,  mungkin akan terjadi Holocoust besar di tanah Arakan. Atau kemungkinan nasib kaum muslimin Burma akan berakhir seperti suku Indian Cheerokee yang dibantai penguasa Amerika puluhan tahun silam menggunakan senjata kimia, demi mengubah tanah Indian menjadi lahan pembangunan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mereka juga sangat gencar mempropagandakan kebudayaan Budha kepada para remaja sambil berusaha sebiasa mungkin melenyapkan setiap hal yang berbau islam. Jilbab, jenggot, dan syiar-syiar ibadah lainnya haram diperlihatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahan dengan perlakuan pemerintah biadab itu, sebagian besar dari mereka hijrah ke berbagai tempat. Sampai saat ini, sudah lebih dari 50% warga muslim Burma yang mengungsi ke berbagai negara islam. Kondisi para pengungsi di Bangladesh adalah yang paling buruk. Pasalnya, angka kemiskinan disana sangat tinggi, ditambah lagi, sebagian besar wilayahnya rawan banjir. Tapi apa mau dikata, tidak ada pilihan lain, bagi mereka Bangladesh adalah negara Islam terdekat yang bisa dijangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederetan fakta diatas, membuktikan bahwa kondisi umat islam di Burma merupakan kondisi terburuk yang dialami warga muslim minoritas di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, itulah alasannya mengapa anak Burma tadi bingung bagaimana menjawab pertanyaan sang dosen. Mereka tidak tahu mesti berbuat apa selepas kuliah nanti. Jangankan untuk menjadi pengusaha atau presiden, bercita-cita saja tak berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah ta'ala memberkahi benih-benih kebangkitan umat ini, dan memperbaiki kaum muslimin di penjuru dunia.&lt;br /&gt;sumber : http://belajarislam.com/tarbiyah/927-mengapa-mahasiswa-burma-itu-menangis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-2005668871584686023?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/2005668871584686023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/01/mengapa-mahasiswa-burma-itu-menangis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/2005668871584686023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/2005668871584686023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2011/01/mengapa-mahasiswa-burma-itu-menangis.html' title='Mengapa Mahasiswa Burma itu menangis'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TT_GRG-p7iI/AAAAAAAAAHs/Wv03glqRghg/s72-c/menangis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-3084959900060298314</id><published>2010-07-04T00:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-04T00:22:24.620-07:00</updated><title type='text'>Promosikan untuk lebih dari 10 juta nasabah di seluruh dunia</title><content type='html'> &lt;a href= "http://www.bigextracash.com/aft/4bfe3abbb6e2a/aa76d0c4.html"&gt; &lt;img src = "http://www.bigextracash.com/images/increase.png" border = "0" alt = "Meningkatkan peringkat mesin pencari" align = "left" hspace = "8"&gt; &lt;/ a&gt;&lt;br /&gt;      Meningkatkan &lt;h2&gt; situs web Anda peringkat mesin pencari &lt;/ h2&gt;&lt;br /&gt;      Jadilah disajikan di search engine adalah salah satu strategi yang paling penting untuk meningkatkan website&lt;br /&gt;      lalu lintas dan menampilkan bisnis atau layanan Anda kepada orang-orang yang mungkin mencari apa yang Anda tawarkan. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;      Sebagian besar mesin pencari besar menggunakan algoritma untuk menentukan situs web Anda peringkat. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;      Mereka tahu jumlah situs yang mengacu ke situs web Anda, lebih link dan hits&lt;br /&gt;      tinggi peringkat untuk situs web Anda. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;      "http://www.bigextracash.com/aft/4bfe3abbb6e2a/aa76d0c4.html" &lt;a href= title= "Increase mesin pencari rank"&gt; Dapatkan Rank Tinggi ...&lt;/ a&gt; &lt;br&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br&gt; &lt;a href= "http://www.bigextracash.com/aft/4bfe3abbb6e2a/aa76d0c4.html"&gt; &lt;img src = "http://www.bigextracash.com/images/customers.png" border = "0" alt = "Iklan untuk lebih dari 10 juta pelanggan" align = "left" hspace = "8"&gt; &lt;/ a&gt;&lt;br /&gt;      &lt;h2&gt; Iklan ke lebih dari 10 juta pengguna di seluruh dunia &lt;/ h2&gt;.&lt;br /&gt;      Kami mengiklankan perusahaan anda di jaringan situs mitra internasional,&lt;br /&gt;      masing-masing dengan poin sempit kepentingan sendiri. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;      Perusahaan kami memberi Anda strategi promosi yang efektif yang membantu bisnis yang menguntungkan Anda di Internet. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;      Kami akan memberikan hasil yang nyata dan terlihat dan mengambil-situs web Anda ke tingkat berikutnya. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;      &lt;a href= "http://www.bigextracash.com/aft/4bfe3abbb6e2a/aa76d0c4.html" title= "Advertise untuk lebih dari 10 juta individuals"&gt; Iklan untuk Lebih dari 10 pelanggan Juta Sekarang ...&lt;/ a &lt;br&gt; &gt;&lt;br /&gt;      &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-3084959900060298314?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/3084959900060298314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2010/07/promosikan-untuk-lebih-dari-10-juta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/3084959900060298314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/3084959900060298314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2010/07/promosikan-untuk-lebih-dari-10-juta.html' title='Promosikan untuk lebih dari 10 juta nasabah di seluruh dunia'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-1051850912941758429</id><published>2010-07-01T05:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T05:26:09.815-07:00</updated><title type='text'>Kesaksian Seorang Dokter – Mensucikan Hati melalui Kisah-Kisah Nyata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TCyJSSYdbSI/AAAAAAAAAGA/AD6ewoT_hEQ/s1600/rasullullah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TCyJSSYdbSI/AAAAAAAAAGA/AD6ewoT_hEQ/s320/rasullullah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488912993122872610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dokter Jasim al-Haditsy seorang penasihat kesehatan jantung anak di ‘Amir Sulthan Center untuk Penyakit Jantung’ Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Riyadh, mengisahkan kepadaku, “Salah seorang rekanku yang bisa dipercaya bercerita kepadaku, bahwa suatu malam saat ia sedang bertugas di rumah sakit, ada seorang pasien yang meninggal dunia, maka ia segera memastikan akan kematian pasien tersebut, ia meletakkan stetoskop di atas dadanya hingga ia mendengarkan suara, ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illallah’…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, “saya rasa adzan subuh. Kemudian saya bertanya kepada perawatnya, ‘Jam berapa sekarang?’ Ia menjawab, “Jam satu malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu bahwa saat ini belum tiba saatnya adzan subuh, kemudian saya kembali meletakkan stetoskop di atas dadanya dan saya kembali mendengarkan adzan tersebut selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya kepada keluarga orang ini, tentang keadaannya semasa hidup, mereka menjelaskan, ‘Ia bekerja sebagai muadzin pada sebuah masjid, biasanya ia datang ke masjid seperempat jam sebelum tiba waktunya atau kadang lebih awal lagi, ia selalu menghatamkan al-Qur’an dalam tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal lima belas bulan Ramadhan 1421 H., seorang jamaah shalat, pingsan di masjid saat ia mengumandangkan iqamah shalat Subuh, dengan segera tiga orang dari jamaah shalat membawanya ke Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Riyadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu sadar saat mereka masih dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, sekonyong-konyong ia berdzikir seakan-akan tidak pernah terjadi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di instalasi gawat darurat, ia disambut oleh seorang pemeriksa jantung yang menceritakan kisah ini kepadaku, “Kami menemukan adanya peradangan mematikan yang parah sekali pada sebagian besar jantungnya, kondisi itu membuat kami tercengang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya berusaha membawanya ke ruang ICU, tiba-tiba saya mendengar suara tasbih dan tahlil, dan ia membisikkan ke telinga salah seorang rekanku lalu tersenyum sambil membaca, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’ lalu jiwanya terbang menuju keharibaan Tuhan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekanku yang mendengar bisikan orang tersebut tiba-tiba menangis tersedu-sedu, aku kaget atas kejadian ini dan segera menanyakan keadaannya, ia berkata, “Orang ini telah membisikkan kepadaku, “Dokter! Usahlah anda menyibukkan diri, sungguh aku akan mati, aku telah melihat surga, insya Allah aku akan segera ke sana, aku melihatnya sekarang, sungguh aku melihatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang ini ditanya tentang riwayat hidup (sisi kehidupan) orang yang telah meninggal ini, ia berkata, “Ia sangat menjaga dua perkara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ia dan muadzin selalu saling dahulu-mendahului untuk datang ke masjid, kadang muadzin mendahuluinya dan lebih sering ia yang datang terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ia tidak dikenal kecuali sebagai pribadi yang baik, Allah Ta’ala telah menjaganya dari perbuatan keji dan mungkar, ia tidak pernah berbohong atau menggunjing orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mencukupinya dan Allah telah menjaminnya. Dan sungguh kita tidak bisa memberikan rekomendasi apapun untuk siapapun di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah melakukan operasi penambalan pembuluh darah terhadap seorang pasien yang berada di ruang Bagian Jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum ia diperbolehkan untuk pulang –karena menurut perhitungan kami saat itu ia telah sembuh- ia memanggil anak-anak dan istrinya, ia mengharapkan mereka segera hadir, sesaat setelah mereka semua hadir ia berkata, “Aku akan meninggal sebentar lagi, maka maafkanlah aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia memanggil dokter dan para perawat yang merawatnya untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka, lalu ia berbaring di atas sisi kanannya seraya mengucapkan, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’, ia telah menghadap Tuhan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya kepada anak-anaknya tentang riwayat hidup ayah mereka, mereka menjelaskan, “Ayah kami orang yang baik, kami tidak pernah melihatnya menggunjing, berbohong, berbuat keji, atau kemungkaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih duduk di bangku kuliah di Kairo Mesir, saya mengenal seseorang yang taat kepada Allah. Ia mengajarkan al-Qur’an, dan membimbing penghafal al-Qur’an di komplek tempat tinggalku. Selama bertahun-tahun ia tidak pernah terlambat datang mengajar pada waktunya yaitu setelah shalat Subuh hingga terbit matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ia mengucapkan selamat tinggal kepada semua yang hadir setelah menutup pelajarannya, seakan-akan ia tidak akan mengajar kembali setelah hari itu. Hari itu juga, sebelum tiba saat Zhuhur kami mendapatkan berita tentang kematiannya pada jam sepuluh pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya kami mendapatkan kisah kematiannya berdasarkan cerita istrinya, “Sebagaimana biasa ia pulang ke rumah jam tujuh lebih tiga puluh menit, ia mengucapkan salam kepadaku, kemudian berkata, “Sesungguhnya saya akan mati pada jam sepuluh.” Sayapun mengiranya bercanda, lalu ia berkata, “Siapkanlah sarapan untukku.” Saya menyiapkan sarapan, lalu kami menyantapnya berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jam delapan tiga puluh menit ia masuk ke kamar mandi, ia mandi agak lama, kemudian ia keluar dan memakai wewangian sebagaimana yang ia lakukan ketika hendak berangkat untuk shalat Jum’at, lalu ia memakai pakaian yang paling bagus dan mulai membaca al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit sebelum jam sepuluh ia berkata, “Saya akan mati pada jam sepuluh, maka maafkanlah aku, lupakanlah semua kesalahan dan kekhilafanku kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat terkejut dan tidak bisa mengucapkan apapun, beberapa detik sebelum jam sepuluh, ia bersiap-siap untuk tidur lalu membaca, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’, lalu ia menghadap Tuhan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang perkenankanlah saya menceritakan kepada anda tentang riwayat hidup orang ini, sungguh saya belum pernah melihatnya menggunjing orang lain, berbohong, menipu , berbicara kotor atau mungkar, sejak saya mengenalnya di komplek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pertanyaan yang perlu untuk dijawab, berapa banyakkah orang-orang yang shalatnya mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dirikanlah shalat. Sesungghnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuata n) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kadang kita masih temui orang-orang yang menggunjing orang lain padahal ia belum keluar dari masjid. Atau kadang ia menggunjing maupun berbohong padahal ia masih berada di pintu masjid setelah menunaikan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau pedagang yang menipu pembelinya padahal baru saja ia menunaikan shalatnya di masjid. Atau orang yang menzhalimi orang lain atau bermuamalah dengan riba padahal ia termasuk orang-orang yang biasa membaca takbiratul ihram –menunaikan shalat-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku! Sesungguhnya orang yang shalatnya tidak mampu mencegahnya dari perbuatan keji, mungkar dan keburukan-keburukan lainnya berupa kemaksiatan dan dosa, maka hendaklah ia mengintrospeksi dirinya. Karena di situlah kekurangannya, mungkin ia belum bisa melaksanakan shalat sebagaimana mestinya, atau ia tidak menunaikannya dengan khusyu’. Seandainya ia mampu merasakan keagungan shalat lalu mendirikannya sebagaimana mestinya, tentulah dengan izin Allah shalat itu akan mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang mulia, sebelum coba-coba menggunjing, berbohong, menipu dan mengambil riba, ingatlah bahwa baru saja anda menunaikan shalat di masjid, semoga saja cara itu akan membatu anda untuk menahan diri, agar di hari kiamat nanti anda tidak termasuk orang-orang yang pailit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, semua ini terjadi atas kehendak Allah, Dia-lah yang menunjukkan kepada jalan kebenaran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/HUBBANJAMMA?v=app_2347471856#!/notes/abdullah-rahimi/kesaksian-seorang-dokter-mensucikan-hati-melalui-kisah-kisah-nyata/399090506716&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-1051850912941758429?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/1051850912941758429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2010/07/kesaksian-seorang-dokter-mensucikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/1051850912941758429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/1051850912941758429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2010/07/kesaksian-seorang-dokter-mensucikan.html' title='Kesaksian Seorang Dokter – Mensucikan Hati melalui Kisah-Kisah Nyata'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TCyJSSYdbSI/AAAAAAAAAGA/AD6ewoT_hEQ/s72-c/rasullullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-3328317301573081507</id><published>2010-07-01T05:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T01:29:33.788-07:00</updated><title type='text'>menantangazab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TCyHBDbFNZI/AAAAAAAAAF4/v8-slQlZBQs/s1600/alqran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TCyHBDbFNZI/AAAAAAAAAF4/v8-slQlZBQs/s320/alqran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488910498026304914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih". (QS. 8:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG-ORANG Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba'da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang "distel" di dalam kendaraan sangat bempengaruhi "karakteristik" pendengarnya. Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan. Misalnya, gara-gara ada copet akhirnya copot seluruh isi dompet. Atau ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb. Sementara pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan "terlihat" oleh semua penumpang (jangan lupa lho, gadis-gadis Mesir kebanyakan montok-montok atawa 'berisi'). Kebetulan Seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar (bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang.&lt;br /&gt;"Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!&lt;br /&gt;Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.&lt;br /&gt;Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....&lt;br /&gt;Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...&lt;br /&gt;Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...&lt;br /&gt;Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...&lt;br /&gt;Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.&lt;br /&gt;Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...&lt;br /&gt;mumpung kesempatan itu masih ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallaahu a'lam.&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;sumber: http://www.facebook.com/HUBBANJAMMA?v=app_2347471856#!/notes/abdullah-rahimi/menantang-azab/359274986716&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-3328317301573081507?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/3328317301573081507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2010/07/menantangazab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/3328317301573081507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/3328317301573081507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2010/07/menantangazab.html' title='menantangazab'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TCyHBDbFNZI/AAAAAAAAAF4/v8-slQlZBQs/s72-c/alqran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-7856352131131678174</id><published>2010-01-26T23:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T23:33:50.288-08:00</updated><title type='text'>cinta kakak dan adik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/S1_sE5SrRYI/AAAAAAAAAEQ/xWLRLnjTOhs/s1600-h/air+mata.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 146px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/S1_sE5SrRYI/AAAAAAAAAEQ/xWLRLnjTOhs/s320/air+mata.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431319244474893698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=629038&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=256998493207&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=256998493207&amp;amp;id=1581105536"&gt;&lt;img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs133.snc3/18067_1252114274576_1581105536_629038_7159601_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;big&gt; Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengajiannya. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka.&lt;br /&gt;Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;big&gt;*"Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu, Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat,"&lt;/big&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak disangka ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya. &lt;/big&gt;&lt;/i&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-7856352131131678174?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/7856352131131678174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2010/01/cinta-kakak-dan-adik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7856352131131678174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7856352131131678174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2010/01/cinta-kakak-dan-adik.html' title='cinta kakak dan adik'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/S1_sE5SrRYI/AAAAAAAAAEQ/xWLRLnjTOhs/s72-c/air+mata.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-7228535285193386547</id><published>2009-10-31T03:18:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T03:24:47.767-07:00</updated><title type='text'>ooh....negeriku!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SuwQXpNgf5I/AAAAAAAAAEI/_n6ohzwjmEo/s1600-h/allah-swt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SuwQXpNgf5I/AAAAAAAAAEI/_n6ohzwjmEo/s320/allah-swt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398708051695927186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdilillaahi wasshalaatu wassalaamu 'alaa Rasuulillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari'at dan semua yang diperintahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendakiNya, dan menetapkannya untuk menakut-nakuti hambaNya. Mengingatkan terhadap kewajiban mereka, yang merupakan hak Allah ‘Azza wa Jalla. Mengingatkan mereka dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah.&lt;br /&gt;“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti” (Al-Israa : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan FirmanNya “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu” (Fushilat : 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman. “Katakanlah (Wahai Muhammad) : “Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain” (Al-An'am : 65)&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Shahih-nya dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dia (Jabir) berkata : “Sifat firman Allah Azza wa Jalla “Qul huwal al-qaadiru 'alaa an yab'atsa 'alaikum 'adzaaban min fawuqikum” turun, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berdo'a : “Aku berlindung dengan wajahMu”, lalu beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan (membaca) “Awu min tajti arjulikum”, Rasulullah berdo'a lagi, “Aku berlindung dengan wajahMu”.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Syaikh Al-Ashbahani dari Mujahid tentang tafsir ayat ini: “Qul huwal al-qaadiru 'alaa an yab'atsa 'alaikum 'adzaaban min fawuqikum”. Beliau mengatakan, yaitu halilintar, hujan batu dan angin topan. “Awu min tajti arjulikum”, gempa dan tanah longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, bahwa musibah-musibah yang terjadi pada masa-masa ini di beberapa tempat termasuk ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan yang digunakan untuk menakut-nakuti para hambaNya. Semua yang terjadi di alam ini, (yakni) berupa gempa, longsor, banjir dan peristiwa lain yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema'afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy-Syuura : 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri” (An-Nisaa : 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang umat-umat terdahulu, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri” (Al-Ankabut : 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib bagi setiap kaum Muslimin yang mukallaf dan yang lainnya, agar bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, konsisten diatas diin (agama)Nya, serta waspada terhadap semua yang dilarang, yaitu berupa perbuatan syirik dan maksiat. Sehingga, mereka selamat dari seluruh bahaya di dunia dan akhirat, serta Allah menolak semua adzab dari mereka, dan menganugrahkan kepada mereka segala jenis kebaikan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (Al-A'raaf : 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (Al-A'raaf : 97-99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: ”Pada sebagian waktu, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan ijin kepada bumi untuk bernafas, lalu terjadilah gempa yang dahsyat. Dari peristiwa itu, lalu timbul rasa takut pada diri hamba-hamba Allah, taubat dan berhenti dari perbuatan maksiat, tunduk kepada Allah dan penyesalan. Sebagaimana perkataan ulama Salaf, pasca gempa. ”Sesungguhnya Rabb kalian mencela kalian”, Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu, pasca gemba di Madinah menyampaikan khutbah dan nasihat; beliau Radhiyallahu 'anhu mengatakan, ”Jika terjadi gempa lagi, saya tidak akan mengijinkan kalian tinggal di Madinah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atsar-atsar dari Salaf tentang hal ini sangat banyak. Maka saat terjadi gempa atau peristiwa lain, seperti gerhana, angin ribut atau banjir, wajib segera bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, merendahkan diri kepadaNya dan memohon ‘afiyah kepadaNya, memperbanyak dzikir dan istighfar. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika terjadi gerhana. ”Jika kalian melihat hal itu, maka segeralah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, berdo'a dan beristighfar kepadaNya”&lt;br /&gt;Disunnahkan juga menyayangi fakir miskin dan bershadaqah kepada mereka. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, ”Kasihanilah, niscaya kalian akan dikasihani”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. ”Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Dzat Yang Maha Penyayang. Kasihinilah yang di muka bumi, kalian pasti akan dikasihani oleh (Allah) yang di atas langit”&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, “Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah, bahwa saat terjadi gempa, dia menulis surat kepada pemerintah daerah agar bershadaqah.&lt;br /&gt;Diantara faktor terselamatkan dari segala keburukan, yaitu pemerintah segera memegang kendali rakyat dan mengharuskan agar konsisten dengan al-haq, menerapkan hukum Allah ‘Azza wa Jalla, di tengah-tengah mereka, memerintahkan kepada yang ma'ruf serta mencegah kemungkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla, ”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijakasana” (At-Taubah : 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, ”Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan” (Al-Hajj : 40-41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ‘Azza wa Jalla berfirman.&lt;br /&gt;”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (Ath-Thalaaq : 2-3)&lt;br /&gt;Ayat-ayat tentang ini sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,”Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah ‘Azza wa Jalla akan menolongnya” (Muttafaq 'Alaih)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah ‘Azza wa Jalla akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah ‘Azza wa Jalla akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah Azza wa Jalla akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya)&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang semakna ini banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Muslimin, memberikan pemahaman agama dan menganugrahkan kekuatan untuk istiqomah, segera bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dari semua perbuatan dosa. Semoga Allah memperbaiki kondisi para penguasa kaum Muslimin, semoga Allah menolong al-haq melalui mereka serta menghinakan kebathilan, membimbing mereka untuk menerapkan syari'at Allah ‘Azza wa Jalla atas para hamba. Dan semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum Muslimin dari fitnah dan jebakan setan yang menyesatkan. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa untuk hal itu. (Buletin Nasional al Balagh Edisi Perdana, Oktober 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disarikan dari tulisan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam Majmu Fatawa wa Maqaalaat Mutanawwi'ah IX/148-152, Judul disesuaikan oleh Redaksi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Grup ORMAS ISLAM (Wahdah Islamiyyah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-7228535285193386547?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/7228535285193386547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/10/oohnegeriku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7228535285193386547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/7228535285193386547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/10/oohnegeriku.html' title='ooh....negeriku!!!!'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SuwQXpNgf5I/AAAAAAAAAEI/_n6ohzwjmEo/s72-c/allah-swt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-8870055585983468985</id><published>2009-10-26T02:04:00.000-07:00</published><updated>2011-02-06T06:06:02.585-08:00</updated><title type='text'>ALLAH MAHA TAHU YG TERBAIK UTK KITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TU6qubzCLAI/AAAAAAAAAIQ/u98t0eO6e7k/s1600/nenek.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TU6qubzCLAI/AAAAAAAAAIQ/u98t0eO6e7k/s320/nenek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570577503816395778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SuVnPnnZJTI/AAAAAAAAAEA/lq7VpBJ7A2k/s1600-h/org+tua.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 107px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SuVnPnnZJTI/AAAAAAAAAEA/lq7VpBJ7A2k/s320/org+tua.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396833246503314738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Info"&gt;       &lt;span bindpoint="authorLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_AuthorLink_Wrapper"&gt;         &lt;a class="GBThreadMessageRow_AuthorLink" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1762314825"&gt;Wahdah Bandung&lt;/a&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;span class="GBThreadMessageRow_Date"&gt;         23 Oktober jam 10:33       &lt;/span&gt;       &lt;span class="GBThreadMessageRow_BranchLink" bindpoint="branchLinkWrapper"&gt;&lt;a&gt;Balas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;       &lt;span class="GBThreadMessageRow_ReportLink" bindpoint="reportLinkWrapper"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;             Seorang ibu penjual tempe pernah merasa Allah tidak mendengar doanya, karena tempe buatannya masih belum jadi. Bukan sekali dua kali dia bikin tempe.&lt;br /&gt;Padahal dia harus menjual tempe untuk menafkahi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Karangayu, sebuahdesa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe.&lt;br /&gt;Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup.&lt;br /&gt;Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .."&lt;br /&gt;demikian dia selalu memaknai hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, setelah shalat Shubuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia&lt;br /&gt;berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atasmeja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian&lt;br /&gt;berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian.&lt;br /&gt;Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah,&lt;br /&gt;pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini.&lt;br /&gt;Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu&lt;br /&gt;kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan&lt;br /&gt;mengabulkan doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang&lt;br /&gt;menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung.&lt;br /&gt;Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu&lt;br /&gt;masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu olehkapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Diayakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu&lt;br /&gt;pasti akan jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambaNya yang setia beribadah seperti dia.&lt;br /&gt;Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang,dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku&lt;br /&gt;lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah.Bantulah aku, kabulkan doaku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe.&lt;br /&gt;Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi.&lt;br /&gt;Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai&lt;br /&gt;tersebut. "Pertolongan Allah akan datang... pasti," yakinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, takdir Allah tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu.&lt;br /&gt;"Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti&lt;br /&gt;ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa, airmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe&lt;br /&gt;ini tidak jadi? Kenapa Allah menakdirkan hal ini? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Apakah Allah telah meninggalkan aku?, batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak&lt;br /&gt;akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit,&lt;br /&gt;karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah,&lt;br /&gt;seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya.&lt;br /&gt;"Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab&lt;br /&gt;pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi,&lt;br /&gt;jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan melandanya lagi. "Ya&lt;br /&gt;Lathief... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan&lt;br /&gt;jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih&lt;br /&gt;sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Shalahuddin, yang kuliah S2 di Australia&lt;br /&gt;ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi&lt;br /&gt;semuanya berapa, Bu?" ALLAH MAHA TAHU YG TERBAIK UTK KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan&lt;br /&gt;"memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling&lt;br /&gt;cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa&lt;br /&gt;diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling&lt;br /&gt;cocok untuk kita. Bahwa semua rencanaNya adalah SEMPURNA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-8870055585983468985?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/8870055585983468985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/10/wahdah-bandung-23-oktober-jam-1033.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/8870055585983468985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/8870055585983468985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/10/wahdah-bandung-23-oktober-jam-1033.html' title='ALLAH MAHA TAHU YG TERBAIK UTK KITA'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TU6qubzCLAI/AAAAAAAAAIQ/u98t0eO6e7k/s72-c/nenek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-209480814438627301</id><published>2009-08-22T00:29:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T23:18:18.889-07:00</updated><title type='text'>perjalanan menuju hidayah islam 3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoXvKQRvfI/AAAAAAAAACs/aYfPJxZu644/s1600-h/sujud.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 95px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoXvKQRvfI/AAAAAAAAACs/aYfPJxZu644/s320/sujud.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375635204194024946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Jutaan karya ulama masih terabaikan. Padahal, itu sumbangan penting menuju kembalinya kejayaan Islam. Anehnya lagi, malah tersimpan di perpustakan Barat. Bagaimana bisa terjadi? &lt;strong&gt;&lt;em&gt;[&lt;/em&gt;Ketiga-Habis]&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kita Tak Peduli, Mereka Memburunya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hidayatullah.com–&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ketika umat Islam tak peduli manuskrip, para orientalis dan ilmuwan Barat malah memburunya. Dan nyatanya, mereka memetik manfaat yang besar dari karya para ulama itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ilmuwan Rusia misalnya, mereka serius mengkaji manuskrip para ulama yang berhubungan dengan ilmu astronomi, yang disimpan di Perpustakaan Petersburg.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu manuskrip yang mereka kaji adalah &lt;em&gt;al Madhal ila Shina’ah Ahkam an Nujum, &lt;/em&gt;karya Kusyar bin Lubban, salah satu ulama Persia. Kitab ini? ditulis pada tahun 1130 Masehi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perpustakaan Petersburg, memang? menjadi pusat rujukan banyak orientalis. Mereka dengan bergairah mengkaji karya-karya ulama yang tersimpan di situ,? terlepas tujuan mereka mengkaji. Mestinya, umat Islam sebagai penerus ilmu para ulama, lebih giat dari mereka.&lt;span id="more-1182"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya mengkaji dan mengambil pengetahuan, lebih dari itu,? mereka bisa menikmati karya-karya ulama tersebut. Simak perkataan Dr. Olga Frolova, seorang profesor dalam bidang kajian Islam dan kebudayaan Arab.? “Karena saya tidak menikah dan tidak memiliki keluarga, maka hidup saya tidak bisa lepas dari manuskrip. Saya merasa seperti bercakap-cakap dengan para ulama yang hidup pada zaman dahulu. Saya seperti mendengar langsung perkataan ganerasi lampau itu. Ini kenikmatan yang saya rasakan dan mungkin ini kesuksesan bagi saya, karena saya bisa berkomunikasi dengan para cendekiawan yang hidup di masa lalu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga amat menyadari posisi penting manuskrip, hingga tidak melepaskan begitu saja, apalagi dikembalikan kepada umat Islam. Dr Mikhail Abiyatrovsky, Ketua Institute of Orientalism Rusia mengatakan, “Saya yakin, keberadaan manuskrip Arab di perpustakaan- perpustakaan Rusia amat penting, karena Barat perlu memahami pentingnya peradaban Arab.? Karena itu, harus ada sekelompok orang yang mengkaji manuskrip hingga semua bisa mengetahui secara sempurna peradaban Arab. Dan hanya dengan mansukrip, kita memperoleh informasi yang valid, karena benda itu adalah rujukan awal. Dengan begitu, dialog antar peradaban bisa tercipta. Inilah salah satu tujuan studi orientalisme.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para orientalis juga amat gigih dalam “menjaga” manuskrip Islam. Dr Mikhail menyeru kepada semua pakar agar memperhatikan kelestarian manuskrip, termasuk para pakar kimia. Mereka bisa memberi sumbangan tentang cara menjaga manuskrip agar tetap lestari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orientalis asal Rusia ini juga mengatakan, banyak pihak memiliki perhatian khusus terhadap manuskrip, tapi mereka gagal menjaga manuskrip dari kerusakan, pencurian dan jangkauan tangan-tangan mafia. Bagaimana ribuan manuskrip Islam itu bisa pindah ke tangan Rusia? Sayangnya, Mikhail tidak menjelaskan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walau para orientalis itu akrab dengan manuskrip, belum tentu mereka jujur dan benar dalam menyampaikan sebuah informasi yang diambil dari manuskrip tersebut. Dr Musthafa as Siba’i dalam bukunya berjudul &lt;em&gt;as Sunah wa Makanatuha fi al Islam &lt;/em&gt;(Sunnah dan Kedudukannya dalam Islam) menjelaskan beberapa contoh tentang usaha para orientalis untuk menyerang bangunan keilmuan Islam. Salah satu di antaranya, usaha seorang oriantalis yang bernama Yousef Chekt. Orientalis yang satu ini mencoba menjatuhkan kredibilitas Ibnu Al Mubarak, dengan menyebutkan bahwa Imam Muslim men-jarh (mencela) beliau dalam muqadimah Shahih Muslim. Padahal justru sebaliknya, Imam Muslim men-&lt;em&gt;tsiqah&lt;/em&gt;kan beliau. Tulisan Imam Muslim yang berbunyi “&lt;em&gt;tsiqqah&lt;/em&gt;” diganti dengan “&lt;em&gt;baqiyyah&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal yang sama dilakukan oleh Goldzier, yang mengatakan bahwa seorang periwayat Hadits yang bernama Ziyad bin Abdullah Al Bukai sebagai seorang pendusta menurut Al Waqi’. Akibatnya, Hadits yang diriwayatkan beliau tertolak. Padahal sebaliknya, dalam Tarikh Al Kabir, milik Imam Bukari, Al Waqi’ mengatakan, “Dia (Ziyad) jauh dari perbuatan dusta.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walhasil, jika kaum orientalis dengan gigih mengkaji karya para ulama kita, mestinya kita lebih gigih dari mereka. Kalau kita tak peduli dan membiarkan Barat menguasainya, bagaimana kita bisa mentrasfer peradaban Islam terdahulu ke zaman kini? Dan kalau mereka memberikan sebuah informasi yang dinisbatkan kepada karya seorang ulama, padahal informasi itu tidak benar, bagaimana kita bisa menunjukkan bukti, jika tulisan tangan para ulama berada di tangan mereka? Wallahu’alam bi as shawab. [&lt;strong&gt;Thoriq&lt;/strong&gt;/diambil dari &lt;em&gt;Majalah Suara Hidayatullah edisi April 2008&lt;/em&gt;/&lt;a href="http://hidayatullah.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=7253&amp;amp;Itemid=92" target="_blank"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-209480814438627301?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/209480814438627301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/08/perjalanan-menuju-hidayah-islam-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/209480814438627301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/209480814438627301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/08/perjalanan-menuju-hidayah-islam-3.html' title='perjalanan menuju hidayah islam 3'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoXvKQRvfI/AAAAAAAAACs/aYfPJxZu644/s72-c/sujud.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-6588673745464635061</id><published>2009-08-22T00:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T23:18:18.889-07:00</updated><title type='text'>perjalana menuju hidayah islam 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoYU1EdeYI/AAAAAAAAAC0/gZ0XIMXBLqA/s1600-h/sujud1.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoYU1EdeYI/AAAAAAAAAC0/gZ0XIMXBLqA/s320/sujud1.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375635851342346626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://1.1.1.2/bmi/republika.co.id/images/news/2009/03/20090331190338.jpg" alt="Mengenal Islam Melalui Musik Underground" width="260" height="175" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Yakin adanya Allah setelah dipertemukan dengan sosok makhluk gaib&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Networks at work, keeping people calm&lt;br /&gt;You know they murdered X&lt;br /&gt;And tried to blame it on Islam&lt;br /&gt;He turned the power to the have-nots&lt;br /&gt;And then came the shot.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat di atas merupakan penggalan bait lagu berjudul &lt;em&gt;Wake Up&lt;/em&gt; milik Rage Against The Machine (RATM). Lagu-lagu yang dibawakan grup musik asal Los Angeles (Amerika Serikat) ini mengusung ramuan musik? &lt;em&gt;punk, hip-hop,&lt;/em&gt; dan? &lt;em&gt;trash&lt;/em&gt; . Penggemar ketiga aliran musik ini, terutama? &lt;em&gt;punk&lt;/em&gt; dan? &lt;em&gt;trash&lt;/em&gt; , mayoritas berasal dari komunitas? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; komunitas yang selalu diidentikkan mempunyai budaya yang negatif serta sedikit menyimpang dari norma-norma yang telah tertanam di masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlepas dari semua stigma negatif ini, justru bagi seorang Richard Stephen Gosal, dari komunitas? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; inilah dia mulai tertarik untuk mengenal agama Islam lebih jauh. ”Saya suka sekali dengan (lagu-lagu) Rage Against The Machine. Bahkan, sampai sekarang saya menaruh respek meskipun mereka bukan orang Islam,” ungkap mualaf yang kini menggunakan nama Muhammad Thufail al-Ghifari.&lt;span id="more-2362"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari salah satu lagu yang dibawakan RATM, pria yang sejak remaja memang menyukai aliran musik? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; ini mengenal Malcolm X–tokoh mualaf kulit hitam Amerika Serikat yang memperjuangkan hak asasi kaum kulit hitam di negeri Paman Sam tersebut. Tidak hanya dalam lagu band RATM, nama Malcolm X juga Thufail temukan dalam lagu grup? &lt;em&gt;hip-hop&lt;/em&gt; asal New York (AS) yang ia sukai, Public Enemy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasa penasaran terhadap tokoh pejuang hak asasi manusia asal Amerika ini mendorong Thufail untuk mencari berbagai informasi mengenai kehidupan sang tokoh. ”Saya belajar banyak tentang dia. Dari Malcolm X ini kemudian saya mengenal Muhammad Ali dan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat ia masih memeluk agama Kristen Protestan, kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai pendeta kerap mendoktrinnya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah gambaran orang yang suka berperang, main perempuan, memiliki jenggot, berasal dari suku kedar (anti- &lt;em&gt;christ&lt;/em&gt; ), menyesatkan umat manusia dengan Alquran, dan pengikutnya akan binasa di neraka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari salah satu literatur mengenai Malcolm X yang dibacanya, menurut Thufail, ada satu kalimat yang diucapkan sang tokoh kepada Muhammad Ali petinju legendaris AS yang membuatnya terkesan. Ketika Muhammad Ali mengecam kaum kulit putih yang menindas yahudi dan orang kulit hitam, Malcolm justru berkata, ”Di Makkah, saya lihat orang bermata coklat, biru, hitam serta berkulit putih, hitam, dan coklat semuanya duduk bersama.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat yang mengungkapkan kekaguman Malcolm terhadap umat Islam tersebut, membuat ia semakin tertarik dengan Islam. Meski dididik dengan ajaran Kristen Protestan yang cukup ketat, agama Islam bukanlah sesuatu yang baru bagi Thufail. ”Sejak di SMP, saya banyak bergaul dengan teman-teman yang beragama Islam. Bahkan, di antara mereka banyak yang sering menggoda saya dan mengatakan kapan saya masuk Islam,” paparnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari belajar mengenai Malcolm, hingga suatu ketika Thufail merasa jenuh dengan kehidupan yang dijalaninya sebagai seorang penganut paham ateis. Kejenuhan yang sama pernah ia alami ketika masih memeluk Kristen Protestan. Saat itu, ia masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Ketika di bangku SMP itulah ia mulai tertarik dengan buku-buku mengenai sosialisme dan komunisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ajaran sosialisme dan komunisme ini di kemudian hari banyak memengaruhi pola pikir Thufail. Hingga akhirnya, saat duduk di bangku kelas 2 SMA (sekitar tahun 1999-2000–Red), ia memutuskan menjadi seorang ateis. ”Saya tidak mengimani lagi Yesus Kristus dan menganggap agama hanya membuat orang saling membunuh dan berperang.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tiga kali syahadat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kejenuhan terhadap paham ateisme yang dianut Thufail, bermula dari fenomena? &lt;em&gt;sweeping&lt;/em&gt; terhadap kelompok beraliran kiri di Tanah Air yang terjadi pada kurun waktu tahun 2000-2001 oleh kelompok Pancasilais. Ketika terjadi? &lt;em&gt;sweeping&lt;/em&gt; itulah, ungkapnya, banyak tokoh PRD (Partai Rakyat Demokratik)–tempat Thufail pernah bergabung menjadi salah seorang anggotanya tidak bertanggung jawab terhadap penahanan simpatisan-simpatisan mereka yang berada di kelompok? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; di daerah-daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Para tokoh PRD ini menghilang, ada yang karena diculik dan ada yang bersembunyi. Di sini awal mula saya kecewa dengan yang dinamakan revolusi diri,” tukas vokalis band rock indie The Roots of Madinah ini. Rasa jenuhnya ini kemudian ia lampiaskan kepada seorang sahabatnya, sesama anak band di komunitas? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; . Walaupun memiliki pergaulan di komunitas? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; , menurut Thufail, sahabatnya ini tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim untuk menunaikan ibadah shalat kendati saat itu ia sedang manggung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada sahabatnya ini, Thufail mengutarakan niatnya untuk masuk Islam. Bukan dukungan yang ia peroleh, justru larangan dari sang sahabat. Pelarangan tersebut, ungkapnya, karena sahabatnya itu tidak menginginkan keputusan dirinya untuk masuk Islam lebih karena faktor emosional sesaat. Sahabatnya ini menginginkan jangan sampai begitu ia masuk Islam terus di kemudian hari memutuskan untuk murtad. ”Menurutnya, saya tidak hanya akan kehilangan dia sebagai teman, tapi teman-teman yang lain bakal? &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; suka sama saya,” ujarnya mengenang perkataan sahabatnya kala itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Thufail tidak lantas menyerah. Kemudian, ia menemui teman-teman lainnya dari kalangan komunitas? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; yang beragama Islam. Dengan bertempat di pinggir jalan yang berada di Kompleks Perumahan Taman Kartini, Bekasi, Thufail mengucapkan syahadat di hadapan teman-temannya ini. ”Peristiwa itu terjadi tahun 2002 dan yang menjadi saksi saya ketika itu teman-teman yang memakai baju Sepultura, Kurt Cobain, dan Metallica.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keputusannya untuk masuk Islam membuat kedua orang tuanya marah dan mengusirnya dari rumah. Keputusannya ini, ungkap Thufail, juga berdampak terhadap penghidupan orang tuanya. Gereja yang selama ini menjadi tempat mata pencaharian ibunya terancam ditutup begitu mengetahui ia masuk Islam. ”Sampai-sampai mama itu menyembunyikan keislaman saya dari para jemaat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tinggal di jalanan, setelah diusir dari rumah, ia jalani selama tiga bulan. Beruntung Thufail bertemu dengan seorang teman lama yang menawarinya untuk menjaga rumahnya yang sedang direnovasi. Selama menjaga rumah temannya ini, tidak hanya memperoleh tempat tinggal, ia juga mendapatkan jatah makan setiap hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah muncul ketika renovasi rumah selesai. Thufail saat itu tidak tahu akan tinggal dimana. Namun, oleh ayah temannya ini dia ditawari pekerjaan di sebuah sekolah tinggi, tempat ayah temannya ini menjabat sebagai rektor. Dengan hanya berbekal selembar CV ( &lt;em&gt;curriculum vitae&lt;/em&gt; ), ia lalu melamar dan diterima sebagai petugas? &lt;em&gt;cleaning service&lt;/em&gt; dengan gaji sebesar Rp 600 ribu per bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika bekerja sebagai petugas? &lt;em&gt;cleaning service&lt;/em&gt; , ia berkenalan dengan Ustadz Nur Hasan yang merupakan imam Masjid Baiturahim Perumahan Taman Kartini, Bekasi. Oleh sang ustadz, ia ditanya bersyahadat di mana. ”Ketika saya jawab di pinggir jalan, beliau bilang syahadat saya tidak sah. Akhirnya, saya baca syahadat lagi di Masjid Baiturahim,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak bersyahadat untuk kedua kalinya ini, menurut Thufail, mulai timbul keinginan untuk belajar membaca Alquran dan pengetahuan mengenai ajaran Islam lainnya. Kemudian, ia ketemu dengan seorang ustadz yang pada saat itu juga merupakan pengurus sebuah partai politik berideologi Islam. Pelajaran pertama yang didapatkannya adalah mengenai dua kalimat syahadat. ”Ketika itu semua anggota halakah disuruh syahadat lagi sama beliau. Jadi, syahadat saya tiga kali.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kendati sudah membaca syahadat hingga tiga kali, Thufail tidak langsung mempercayai adanya Allah SWT sebagai sang Maha Pencipta. Dia mulai meyakini keberadaan Allah SWT, justru ketika dirinya diizinkan untuk bertemu dengan sesosok makhluk gaib untuk pertama kalinya. ”Setelah bertemu dengan sosok gaib ini, saya mulai berpikir secara logika bahwa segala sesuatu di bumi ini pasti punya dua sudut pandang, ada benar dan salah, ada hitam dan putih. Begitu juga, ada benda dan yang menciptakan benda tersebut,” paparnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah memeluk Islam, ia mendapatkan ketenangan batin yang tidak pernah diperoleh sebelumnya. Di samping itu, ia merasa lebih optimistis dalam menjalani kehidupan dan lebih bisa mensyukuri hidupnya. ”Ketika saya menaruh hukum Allah SWT di atas segala apa pun, saya tidak takut mati, tidak takut miskin, tidak takut lapar.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keinginannya saat ini, menurut Thufail, adalah bagaimana ajaran Islam tidak hanya bisa dinikmatin di Masjid, tetapi juga di lingkungan komunitas? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; . Diakuinya, hingga kini memang masih belum ada ustadz yang peduli dengan komunitas? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; ini. ”Ada banyak teman saya yang? &lt;em&gt;tatoan&lt;/em&gt; , mabuk, tapi kalau bicara Islam diinjak-injak dia sudah? &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; mau dialog. Dia pasti akan ambil parang dan ditebas orang itu,” ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itulah, melalui musik yang disuguhkannya bersama band? &lt;em&gt;rock&lt;/em&gt; yang dibentuknya, The Roots of Madinah, dia mau merangkul para temannya yang Muslim yang ada di komunitas? &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt; untuk berhijrah. Aliran musik? &lt;em&gt;rock&lt;/em&gt; yang dikemas dalam lagu-lagu bersyair religi Islami, ia harapkan juga bisa menjadi senjata untuk menghantam balik musik-musik Yahudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Saya bikin musik ini supaya? &lt;em&gt;ngebalikin&lt;/em&gt; orang Yahudi lagi. Mereka? &lt;em&gt;kan ngancurin&lt;/em&gt; saya waktu dulu, membuat saya keluar dari Kristen dan menjadi ateis dengan musik,” katanya menandaskan.? nidia zuraya/&lt;a href="http://republika.co.id/berita/41167/Mengenal_Islam_Melalui_Musik_Underground" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;republika&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Biodata:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nama Lahir:&lt;/strong&gt; Richard Stephen Gosal&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nama Muslim:&lt;/strong&gt; Muhammad Thufail Al Ghifari&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masuk Islam:&lt;/strong&gt; 2002&lt;br /&gt;TTL: Makassar, 11 Mei 1982&lt;br /&gt;Aktivitas: Vokalis band? &lt;em&gt;rock&lt;/em&gt; The Roots of Madinah, Muslim? &lt;em&gt;Rapper&lt;/em&gt; , anggota Komunitas Islam? &lt;em&gt;Underground&lt;/em&gt; Kolektif Berandalan Tuhan, dan ketua Divisi Pembinaan Lembaga Muhtadin Masjid Agung Al Azhar Blok M-Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-6588673745464635061?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/6588673745464635061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/08/perjalana-menuju-hidayah-islam-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/6588673745464635061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/6588673745464635061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/08/perjalana-menuju-hidayah-islam-2.html' title='perjalana menuju hidayah islam 2'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoYU1EdeYI/AAAAAAAAAC0/gZ0XIMXBLqA/s72-c/sujud1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-1818295062606796649</id><published>2009-08-21T23:57:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T23:18:18.889-07:00</updated><title type='text'>perjalanan menuju hidayah islam 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoYgDsSeBI/AAAAAAAAAC8/oRQHQhWYTao/s1600-h/sujud2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 84px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoYgDsSeBI/AAAAAAAAAC8/oRQHQhWYTao/s320/sujud2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375636044246054930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://1.1.1.4/bmi/republika.co.id/images/news/2009/03/20090331185501.jpg" alt="Felix Yanwar Siauw Dengan Islam Hidup Jadi Terarah" width="260" height="197" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masa SMP merupakan momentum titik balik bagi kehidupan seorang Felix Yanwar Siauw. Pada masa remaja itulah dalam diri Felix timbul keraguan atas agama yang telah dianutnya sejak ia kecil. Berbagai pertanyaan mengenai konsep Tuhan, pengampunan dosa, dan hakikat penciptaan manusia dalam agama Katolik muncul dalam benaknya. ”Di agama saya yang lama memang banyak hal yang tidak terjawab pada waktu itu,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai contoh, ketika ia menanyakan soal trinitas dan keberadaan Yesus sebagai Tuhan kepada pastor, jawaban dari semua pertanyaaannya tersebut berakhir pada kata dogma, yakni ajaran yang sudah ada sejak dahulu dan tidak boleh dipertanyakan oleh orang-orang yang beriman kepada Yesus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika mendengar jawaban seperti itu dari sang pastor, akhirnya Felix lebih memilih untuk mundur dari agama Katolik. Keputusan untuk keluar dari agama Katolik, menurut ayah satu orang putri ini, juga dilandasi oleh kenyataan mengenai praktik-praktik keagamaan yang dilihatnya hanya sebagai sebuah ritual kosong.&lt;span id="more-2376"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Saya melihat selama ini teman-teman saya datang ke gereja hanya untuk sebuah proklamasi kalau dia sudah punya pacar, kemudian dibawa ke gereja atau sekadar hanya untuk pamer pakaian bagus,” ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ia memutuskan meninggalkan agama Katolik, sejak saat itu pulalah ia tidak percaya adanya Tuhan Sang Mahapencipta. Masa-masa seperti itu ia alami hingga menjelang akhir duduk di SMP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu memasuki kelas tiga SMP, berbagai pertanyaan yang pernah ada dahulu, muncul kembali dalam benaknya. Kemudian, dia mencari jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut ke mana-mana. Hingga kemudian, dirinya sampai pada satu kesimpulan bahwa Tuhan itu memang benar ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keyakinannya bahwa Tuhan itu ada muncul setelah ia mempelajari ilmu biologi bahwa penciptaan manusia dari sperma yang tidak mempunyai akal. Dari sini ia memahami bahwa manusia itu diciptakan dari sesuatu yang amat istimewa. ”Kemudian saya kembali yakin bahwa Tuhan itu ada. Tapi, namanya siapa ini yang belum jelas,” tambah Felix.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Percaya tapi tak beragama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meskipun meyakini bahwa Tuhan itu ada, namun hal itu tidak lantas membuat Felix memutuskan untuk memilih salah satu ajaran agama sebagai jalan hidupnya. ”Ketika saya mencari siapa sesungguhnya Tuhan itu ke Kristen Protestan, tidak dapat. Begitu juga di agama Buddha, karena tuhannya juga bersifat manusia, tidak layak untuk dijadikan Tuhan,” paparnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Percaya Tuhan, tapi tidak beragama, begitulah kira-kira gambaran kehidupan spiritual yang sempat dijalaninya selama kurun waktu lima tahun. Selama itu pula, ia hidup dengan bayang-bayang tiga pertanyaan besar. Yakni, setelah mati manusia mau ke mana, untuk apa manusia diciptakan di dunia, dan dari mana asal mulanya alam semesta tercipta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia terus mencari jawaban dari ketiga pertanyaan besar ini. Proses pencarian itu berakhir di pertengahan tahun 2002, begitu dirinya menginjak bangku kuliah semester ketiga di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ketika itu, dirinya memutuskan pindah tempat kos. Di tempat kos yang baru ini, ia tinggal bersama-sama dengan mahasiswa yang beragama Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu ketika salah seorang teman kosnya yang Muslim menyarankannya untuk menemui seorang ustadz untuk mendiskusikan tiga pertanyaan besar itu. ”Saya bilang, selama ini saya diskusi dengan ustadz sama saja. Mereka &lt;em&gt;enggak&lt;/em&gt; ada bedanya dengan pastor, cuma mereka pintar menyembunyikan kejahatannya,” ujar Felix menanggapi saran temannya kala itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Temannya tidak putus asa untuk membujuk Felix agar mau bertemu dengan guru ngaji itu. Ketika ia bertemu langsung dengan sang ustadz, dirinya menemukan pandangan mengenai Islam yang sangat jauh berbeda dengan apa yang dipahaminya sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Ternyata yang saya temukan dalam Islam berbeda. Saya menemukan suatu konsep yang sangat luar biasa. Di mana dia (Islam–Red) menyediakan konsep akhirat dan juga dunia. Artinya, Islam ini bisa menjawab seluruh pertanyaan saya,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sini kemudian dirinya tertarik untuk mempelajari Alquran lebih dalam. Salah satu ayat di dalam Alquran yang membuatnya berdecak kagum adalah surat Albaqarah ayat 2 yang menyatakan, ”Kitab ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang yang bertakwa.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kendati demikian, pada saat itu ia masih mengira bahwa yang menciptakan kitab suci ummat Islam ini adalah seorang manusia biasa, seperti halnya kitab suci agama yang lain. Namun, ketika sampai padanya penjelasan bahwa Alquran itu bukan buatan manusia, ia menganggap hal itu sebagai lelucon. Dia pun meminta bukti bahwa penjelasan itu benar adanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keraguan tersebut kemudian terjawab melalui surat Albaqarah ayat 23 yang menjelaskan, ”Dan bila kalian tetap dalam keraguan terhadap apa yang Kami turunkan ini, datangkanlah kepada Kami satu surat yang semacam dengannya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi dirinya surat Albaqarah ayat 23 ini merupakan sebuah segel dan tantangan terbuka buat manusia, tapi manusia tidak ada yang bisa membuat seperti itu. Dari diskusi panjang tersebut Felix merasa yakin bahwa Alquran merupakan kitab yang diturunkan dari Tuhan pencipta semesta alam, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk memilih Islam–di saat usianya baru menginjak 18 tahun–sebagai jalan hidupnya hingga kini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengetahui anaknya masuk Islam, sudah pasti kedua orang tua Felix syok dan marah. Namun, kemarahan keduanya hanya ditunjukkan dalam bentuk rasa kekecewaan. ”Kalau sampai pada pengusiran memang tidak terjadi seperti yang dialami mualaf lainnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasa kecewa tersebut ditunjukkan oleh kedua orang tuanya dengan kata-kata pedas. ”Kamu ini kemasukan setan atau jin. Kamu itu seperti mutiara yang menceburkan diri ke dalam lumpur.” Lalu saya katakan, ”Lumpurnya yamg mana dan mutiaranya yang mana.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, dengan berbagai upaya yang Felix lakukan selama tiga tahun, kini kedua orang tuanya sudah bisa menerima pilihan hidupnya itu. Meski dalam beberapa hal, baik ayah maupun ibunya, masih belum bisa menerima perbedaan tersebut. Seperti ketika putrinya yang masih berusia satu tahun mengenakan kerudung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Kalau anak saya dibawa ke tempat orang tua pakai kerudung, ibu saya tidak akan mau menggendongnya. Tapi, bapak saya masih mau menggendongnya,” ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara sang ayah merasa keberatan jika cucu perempuannya itu diminta untuk memanggil Felix dengan sebutan abi. Pasalnya, menurut sang ayah, panggilan abi tersebut tidak ada kewajibannya di dalam Alquran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kendati begitu, ia merasakan sebuah kepuasan diri yang tidak pernah dirasakan sebelum menemukan Islam. Selain itu, dengan meyakini Islam, hidupnya menjadi lebih bermakna dan terarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Merasa puas karena setiap fenomena yang saya lihat dalam hidup ini bisa dijelaskan dengan Islam. Saya juga lebih punya tujuan hidup karena saya sudah tahu dari mana asal saya, apa yang harus saya lakukan di dunia ini, dan saya mau ke mana setelah mati,” ujarnya. nidia zuraya/&lt;a href="http://republika.co.id/berita/41165/Felix_Yanwar_Siauw_Dengan_Islam_Hidup_Jadi_Terarah" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;republika&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-1818295062606796649?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/1818295062606796649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/08/perjalanan-menuju-hidayah-islam-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/1818295062606796649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/1818295062606796649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/08/perjalanan-menuju-hidayah-islam-1.html' title='perjalanan menuju hidayah islam 1'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoYgDsSeBI/AAAAAAAAAC8/oRQHQhWYTao/s72-c/sujud2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8635979500829272081.post-4141197878474479593</id><published>2009-08-16T20:04:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T23:18:18.890-07:00</updated><title type='text'>paku dosa dan paku taubat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoZEKDTeAI/AAAAAAAAADE/xBrWHhErYis/s1600-h/dosa.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 91px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoZEKDTeAI/AAAAAAAAADE/xBrWHhErYis/s320/dosa.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375636664428492802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="column body" id="scroll_here"&gt;&lt;div class="text"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Mungkin kisah ini sering didengar, tapi tidak apa diangkat lagi sebagai bahan perenungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Alkisah ada seorang bocah yang berperangai buruk, sangat nakal, selalu iri dan dengki bahkan tidak jarang tiap hari selalu membuat sakit hati teman2nya. Suatu saat bocah tersebut dipanggil oleh ayahnya dan dinasehati atas perbuatan-perbuatan buruknya, Lalu sang ayah memberikannya sebuah palu dan sebuah kantung berisi paku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“ Nak.. mulai hari ini tugasmu menancapkan paku ini di pintu kamarmu setiap kamu berperangai buruk terhadap orang lain..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“ satu paku untuk satu perbuatan buruk…” lanjutnya lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Pada hari itu didapatinya seratus paku yang dia tancapkan di pintu kamarnya, lalu dihari kedua ada delapan puluhan paku yang dia tancapkan, dan semakin hari semakin berkurang paku yang dia tancapkan, akhirnya dia merasa lelah juga harus menancapkan paku di pintu kamarnya setiap dia melakukan hal buruk terhadap orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Lalu dia memutuskan bahwa mulai hari ini dia akan berusaha menjadi anak yang baik sehingga dia tidak perlu lagi menancapkan paku-paku itu dipintu kamarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tibalah suatu hari dimana dia sudah tidak perlu lagi menancapkan paku-paku itu, dengan bangganya dia menemui ayahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“ Ayah… ikut aku, lihatlah pintu kamarku itu, sekarang aku sudah tidak perlu lagi menancapkan paku-paku ini ke pintu kamarku..” sambil menyerahkan kantung yang berisi sisa paku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Lalu ayahnya berkata, “ Sekarang tugas-mu adalah mencabut paku-paku yang tertancap dipintu itu, setiap kamu berbuat baik pada orang lain…, satu paku untuk satu kebaikan...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Mulailah pada hari itu si bocah mencabut paku tersebut setiap kali dia melakukan kebaikan kepada orang lain, dan tibalah suatu hari sudah tidak ada lagi paku-paku yang harus dicabutnya, lalu diapun menemui lagi ayahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“ Ayah.. kini sudah tidak ada lagi paku yang harus aku cabut di pintu kamarku itu..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Lalu ayahnya mengajaknya untuk melihat pintu itu bersama-sama,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“ anakku.. lihatlah pintu kamarmu…, walaupun sudah tidak berpaku, tapi masih meninggalkan lubang-lubang kecil bekas paku yang kau cabut..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“ Artinya walaupun kamu sudah minta maaf dan berbuat baik terhadap orang yang pernah kamu sakiti, dan mungkin orang tersebut menerima maaf-mu, tapi luka dihati sangat sulit untuk dihilangkan, layaknya lubang bekas tancapan paku dipintu kamarmu yang sudah tidak bisa pulih seperti sedia kala..” lanjut sang ayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Hikmah dibalik kisah ini adalah agar kita selalu menjaga lisan dan perbuatan kita agar tidak menyakiti hati orang lain, ke istiqomahan dalam akhlaq yang mulia adalah salah satu hal yang utama dalam kehidupan kita, bukankah Rasulullah SAW diutus oleh Allah tak lain untuk menyempurnakan Akhlaq manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Salam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8635979500829272081-4141197878474479593?l=kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/feeds/4141197878474479593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/08/paku-dosa-dan-paku-taubat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/4141197878474479593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8635979500829272081/posts/default/4141197878474479593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kisah2ygmenggetarkanjiwa.blogspot.com/2009/08/paku-dosa-dan-paku-taubat.html' title='paku dosa dan paku taubat'/><author><name>zakiano</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07699773569727303840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/TF6QuJaWaWI/AAAAAAAAAGo/IAwveYYenqU/S220/sory.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UD_P5goGtBo/SpoZEKDTeAI/AAAAAAAAADE/xBrWHhErYis/s72-c/dosa.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
